Keutamaan surat Yasin

surat yasin manfaat fadilah dan keutamaan surat yasin

Dari Imam Qurthubi,  surat Yasin adalah surat ke 36, merupakan salah satu surat yang paling banyak di baca terkait beberapa keutamaannya.  Surat ini disebut sebagai hatinya Al Quran.

Beberapa keutamaannya:

1. Pahalanya membacanya seperti  membaca Al Quran 10 kali

Attirmidzi meriwayatkan dari Anas Ra, ia berkata Rasulullah Saw bersabda :

Sesungguhnya setiap sesuatu itu ada hatinya dan hati Al Quran adalah surat Yasin, Barang siapa membaca surat Yasin maka ditulis untuknya dengan bacaannya bacaan Al Quran sepuluh kali (HR Tirmidzi)

2. sebagai bacaan kala seseorang menghadapi sakaratul maut

Dari Abu Dawud meriwayatkan Ma’qal bin Yasar, ia berkata bahwa Nabi Saw bersabda:

Bacalah surat Yasin pada Orang yang sedang menghadapi sakaratul maut diantara kalian (HR Abu Dawud)

Sabda Nabi Saw: Tiada mayitpun yang dibacakan surat Yasin padanya melainkan dimudahkan baginya.

Bila dibacakan surat ini kepada orang yang sudah meninggal atau ahli kubur dapat meringankan siksanya :

Ats Tsalabi menyebutkan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah Saw bersabda: Barang siapa memasuki pekuburan maka hendaklah ia membaca surat Yasin, niscaya Allah meringankan siksa penduduk kubur itu pada hari itu. Dan baginya kebaikan sejumlah bilangan yang ada didalamnya.

3. Diberi syafaat, ampunan  dan diliputi kebaikan yang banyak

Dapat memberi syafaat bagi pembacanya, memberi ampunan bagi pendengarnya, mendapatkan kebaikan di dunia, hilang ketakutannya saat diakhirat, mampu menolak kejahatan dan dicukupkan segala keperluannya.

Dari Aisyah Ra, bahwa Rasulullah Saw bersabda : Sesungguhnya didalam Al Quran ada satu surat yang memberi syafaat bagi orang yang membacanya dan menebus kesalahan bagi orang yang mendengarnya. Ketahuilah bahwa surat ini adalah surat Yasin. Didalam surat ia disebut Al Mu’immah Ditanyakan: Wahai Rasulullah, apakah al Mu’immah itu?

Rasulullah Saw menjawab : Pemiliknya diliputi kebaikan dunia, dihindarkan dari ketakutan akhirat dan diseru dari arah sampin dan dari arah atas. Daitanyakan : Wahai Rasulullah, maksudnya bagaimana? Rasulullah Saw menjawab : Segala kejahatan dihindarkan dari pemiliknya dan ditunaikan segala keperluannya. Barang siapa membacanya maka pahalanya sama dengan 20 kali naik haji. Barang siapa mendengarkannya maka pahalanya seperti 1000 dinar yang dinafkahkan di jalan Allah.

Barang siapa menulisnya dan meminumnya maka dimasukkan kedalam perutnya seribu obat, seribu keyakinan, seribu rahmat, seribu petunjuk dan dicabut darinya setiap belenggu. (HR Attirmidzi).

Syafaat lainnya disebut sebagai Al Qarirah sebagaimana riwayat Muhammad bin Ali ia berkata bahwa Nabi Saw bersabda:

Sesungguhnya didalam Al Quran ada satu surat yang disebut Al Qarirah orang yang membacanya disebut Asy Syarif (orang yang mulia) pada hari kiamat. Ia memberi syafaat kepada pembacanya lebih banyak daripada Rabi’ah dan Mudhar. Ia adalah surat Yasin.

Dalam beberapa riwayat disebutkan bahwa jika membacanya setiap malam jumat akan mendapat ampunan Allah.

3. Kelapangan di siang dan malam hari

Adh-Dhahak meriwayatkan dari Ibnu Abbas, ia berkata: Rasulullah Saw bersabda :

Sesungguhnya segala sesuatu itu ada hatinya dan hati Al Quran adalah surat Yasin. Barang siapa membacanya di malam hari ia diberi kesenangan pada malam hari itu dan barang siapa membacanya siang hari ia diberi kesenangan pada siang hari itu. Dan sesungguhnya Al Quran diangkat dari penduduk syurga, maka mereka tidak membaca sesuatu melainkan surat Thaha dan yasin (HR Ad-Darimi).

4. Dapat menolak kejahatan.

Ibnu Ishak menyebutkan tentang hijrahnya Nabi Saw dan kedudukan Al Bin Abi Thalib diranjangnya. Ia berkata: Nabi Saw keluar dan beliau mengambil segenggam tanah di tangannya dan Allah menghilangkan pandangan mereka dari melihat Nabi.

Nabi menyebarkan tanah diatas kepada mereka sambil membaca ayat dari surat Yasin ini dari awal hingga ayat ke 9 yang berbunyi : Maka mereka tidak melihat (Yasin : 9)

Hingga Nabi Saw selesai membaca ayat-ayat tersebut dan tidak tersisa lagi salah seorang dari mereka melainkan dikepalanya ada tanah. Kemudian nabi Saw berpaling dan pergi ketempat yang beliau tuju.

Wallahu A’lam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s