Takabur, ciri, sebab dan akibatnya

takabur-121130075431-phpapp01-thumbnail-4

arti

Takabur diartikan sebagai sifat sombong, congkak, keras kepala atau merasa diri lebih dari orang lain terkait kedudukan, jabatan, keturunan dan kesempurnaan fisik dan sebagainya. Banyak ayat yang menerangkan sifat sombong ini seperti dibawah ini :

Firman Allah : Tidak diragukan lagi bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa yang mereka rahasiakan dan apa yang mereka lahirkan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong. (An Nahl : 23)

Firman Allah:Dan mereka memohon kemenangan (atas musuh-musuh mereka) dan binasalah semua orang yang berlaku sewenang-wenang lagi keras kepala, (ibrahim 15)

Allah mengutuk sifat ini disandangkan pada manusia, karena kesombongan, pujian, kemuliaan adalah kepunyaan Allah bukan pada manusia. Karenanya sifat ini walau sedikitpun akan menghambat masuknya diri ke syurga.

Sabda Nabi : Tidak akan masuk syurga  orang yang didalam hatinya walau sebiji sawi dari sifat kesombongan itu.

Nabi Saw bersabda: diriwayatkan dalam hadist Qudsi: Kesombongan adalah selendangKu dan kebesaran adalah sarungKu, maka barang siapa menyamaiKu salah satu dari keduanya, maka pasti kulemparkan kedalam jahannam dan tidak Ku perdulikan lagi

Sebab

Kutukan keras kepada penyandang kesombongan sebenarnya adalah untuk keselamatan diri. Takabur adalah pangkal dari dosa. Terkait pangkal ini ada 2 pengertian:

  • pertama terkait pangkal dari dosa pertama yang dilakukan Iblis saat membangkang perintah Allah menyembah Adam.
  • Kedua, takabur akan menjadi sebab munculnya prilaku jelek lainnya seperti merasa tinggi, meremehkan orang lain, tidak mencintai sesama, muncul sifat marah, dengki, dendam, sukar dipercaya, gemar mengejek, mengumpat, mustahil dapat memberikan nasehat yang baik dan bertawadhu. Dengan kata lain prilaku yang muncul dari takabur sangatlah komplit.

Imam Gazali menyebutkan bahwa sumber dari sikap takabur adalah 2 hal yaitu menganggap diri paling mulia, terhormat dan paling terpuji dan lainnya adalah menganggap kecil orang lain,

Beberapa sebab yang menjadikan takabur adalah ilmu pengetahuan, amalan dan peribadatan, keturunan, kesempurnaan  dan kekuatan fisik, harta kekayaan, banyaknya pengikut, penolong dan keluarga.

Sabda Nabi Saw: Takabur itu ialah menolak kebenaran dan menghinakan makhluk (HR Muslim, Baihaki, Tirmidzi dan Ahmad)

Sifat takabur adalah dikarenakan melupakan hakikat keberadaan dirinya yang sebenarnya hanya merupakan objek Allah bukan subyek. Cara mengatasinya selain dengan  memahami keberadaan diri adalah berusaha dan berlatih untuk menghilangkan sumbernya itu secara perlahan.

Bersikap sombong adalah menentang dan merampas salah satu sifat Allah dan ini akan meruntuhkan aqidah. Bahaya kedua adalah tidak mau menerima kebenaran dari siapapun kecuali dirinya sendiri, padahal kebenaran dapat diberikan kepada siapa saja yang Allah kehendaki. Prilaku serupa ini adalah prilaku orang kafir dan munafik.

Akibat

Lawan dari Takabur adalah Tawadhu. Bila orang yang menyandang kesombongan mengira dirinya dapat dimuliakan Allah dengan semua yang dimilikinya, namun yang diterima adalah sebaliknya yaitu kehinaan. Berbeda dengan orang yang merendahkan dirinya bertawadhu, prilakunya yang demikian akan mengantarkan dirinya pada derajat lebih tinggi oleh Allah.

 Wallahu a’lam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s