Kaitan tobat, wudhu dan shalat

wudhu-dan-bersuci

Tobat dan wudhu memiliki kaitan erat, terkait dengan arti keduanya adalah sama-sama sebagai upaya mensucikan diri untuk kembali kepada Allah.

Dari beberapa cara seseorang yang bersalah lantas bertobat, maka cara bertobat dengan cara berwudhu dan melakukan shalat memiliki landasan atau dasar yang kuat. Cara yang diajarkan Nabi Saw kala hendak bertobat adalah  dengan berwudhu dan melaksanakan shalat tobat 2 rakaat.

Hal ini didasarkan Sabda Nabi : Tidaklah seseorang hamba yang mengerjakan dosa, kemudian ia segera berwudhu, sesudah itu mengerjakan shalat dua rakaat kemudian ia memohon ampun kepada Allah atas perbuatan dosanya itu melainkan Allah mengampuniNya (HR Abu Daud)

Seperti disampaikan diawal, anjuran tobat dengan berwudhu adalah didasarkan pada sifatnya bahwa tobat dan wudhu sangat erat kaitannya  sebagai proses untuk mensucikan diri kembali, karena itu memahami wudhu sangat dianjurkan. Tobat dan bersuci digandengkan sepadan sesuai Firman Allah:

Sesungguhnya Allah menyintai orang orang yang bertobat dan menyintai orang-orang yang bersuci “(Albaqarah: 222)

Begitu pula arti dalam doa wudhu sesuai Sabda Nabi :

Wahai Tuhanku, jadikanlah aku orang yang tobat dan suci bersih, maha suci Engkau wahai Tuhanku dan maha terpuji. Aku mengaku bahwa tidak ada Tuhan selain Engkau. Aku mohon ampun kepadaMu lalu bertobat. Wahai Tuhanku, ampunilah kiranya dosaku dan berilah kelapangan kepada rumah tanggaku dan berilah berkat kepada rezekiku (HR At Tarmidzi)

Diri sepanjang siang dan malam pasti tidak terlepas dari dosa, karena itu biasakan untuk menjaga tobatnya paling tidak dalam sehari mengucapkan istighfar 100 kali. Sesuai tuntunan Rasulullah Saw :

Sabda Rasulullah Saw: Sesungguhnya hatiku kadang keruh, maka aku beristighfar dalam satu hari sebanyak seratus kali (HR Ahmad)

Jangan lantas memandang berat membaca istighfar 100 kali dan kemudian mengada-ngada, cukup dalam menegakkan perintah shalat. Karena sesungguhnya dalam diri melakukan ibadah shalat 5 waktu ditambah shalat sunatnya,  diri sudah secara otomatis mengucapkan mohon ampun yang bila dihitung mencapai 100 kali. Inilah makna menjaga tobat dengan shalat.

Coba hitung sendiri dikala kita melaksanakan wudhu sebelum shalat istighfar terbaca 3 x yaitu diawal, ditengah dan diakhir lalu pada setiap rakaat shalat 5 waktu  yang dianjurkan pada sesudah takbirotul ikhram, pada ruku, duduk diantara dua sujud dan sesudah tasyahud dan puncaknya setiap selesai shalat dianjurkan untuk mengawalinya dengan membaca istighfar beberapa kali. Jadi beristighfar 100 kali tidak beratkan?.

Dengan melihat tuntunan Rasul itu, tidak pelak memohon ampun pada setiap muslim adalah sebagai kebutuhan dan jangan sekali-kali menunda-nundanya. Begitulah cara bertobat Rasulullulah Saw yang tetap melakukan tobat walaupun dirinya telah dijamin Allah atas  dosanya yang lalu dan akan datang (maksum). Lalu bagaimana diri yang selalu tidak luput dari dosa?

Wallahu a’lam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s