Nabi Muhammad Saw melarang puasa dan shalat malam terus menerus

shalat-malam

Dalam suatu hadist diriwayatkan bahwa karena saking takwanya dan mampunya seorang sahabat Nabi Saw dalam mengabdikan seluruh hidupnya kepada Allah, maka dia memutuskan untuk  terus menerus berpuasa dan selalu sepanjang malam  menegakkan shalat malam.

Melihat hal ini Nabi Saw menegur sahabatnya dan berkata bahwa puasa terus menerus dan shalat malam sepanjang malam memang tidak diperkenankan, karena segala sesuatu ada haknya, yaitu tubuh ada haknya. mata ada haknya, tamu ada haknya untuk dijamu dan istri juga ada haknya untuk diberikan.

Dasar hadist mengenai hal ini adalah merujuk riwayat Abdullah bin Amr bin Al Ash Ra saat ditanya Rasulullah Saw.

Nabi Saw bersabda : Benarkan informasi yang sampai kepadaku bahwa engkau berpuasa sepanjang hari, dan shalat malam yang engkau lakukan sepanjang malam? Abdullah menjawab : benar ya Rasulullah.

Lalu Nabi Saw bersabda: Janganlanh engkau melakukan begitu, tetapi berpuasa dan berbukalah, shalat malam tetapi juga sisakan waktu malam untuk tidur, sesungguhnya bagi jasadmu ada hak yang harus engkau penuhi, bagi matamu ada hak yang engkau harus penuhi, istrimu juga mempounyai hak yang wajib engkau penuhi, dan bagi tamu engkau juga punya hak yang harau engkau penuhi.

Sesungguhnya cukuplah puasa 3 hari dalam setiap bulan, karena bagimu dalam setiap 1 kebaikan dilipat gandakan 10 kali lipat. Dengan demikian jika berpuasa 3 hari setiap bulan berarti sama dengan puasa 1 bulan atau bila dilakukan setiap bulannya sama saja dengan berpuasa setahun.

Mendengar ucapan Nabi Saw itu, maka aku memegang teguh dan akupun diteguhkan pada hal yang demikian. Namun Abdullah tetap menginginkan dapat berpuasa lebih banyak dan berkatalan dia kepada Nabi Saw.

Abdullah lalu berkata : Wahai Rasulullah aku mendapatkan diriku masih cukup kuat. Nabi Saw bersabda: Kalau begitu puasalah sebagaimana puasa nabi Daud  As, janganlah kamu menambah dan melebihkannya.

Aku berkata : Bagaimana puasanya nabi Daud As. Nabi Saw bersabda : Puasalah separuh masa (sehari puasa sehari tidak) (HR Bukhari)

Dari abdullah Ra kemudian menyimpulkan dan ia berkata bahwasanya

Nabi telah bersabda: Tidaklah berpuasa orang yang berpuasa selama-lamanya.

Dijelaskan olehnya bahwa berpuasa selama-lamanya akan menjadi tidak baik bila puasa itu melemahkan diri dari menjalankan kewajiban-kewajiban utama yang lain.

Dalam riwayat itu Abdullah Ra juga menyadari betapa yang disampaikan Rasulullah itu sangatlah tepat, ketika dirinya beranjak tua, kemampuan dirinya untuk menjaga puasanya telah menurun dan akhirnya dia mengakui keringanan (rukhsah) yang diberikan Nabi Saw itu kepada dirinya untuk berpuasa seperti yang disunahkan itu saja yaitu 3 hari dalam setiap bulannya.

Dalam riwayat Aisyah Ra berkata : Rasulullah saw melarang orang menyambung puasa siang malam itu karena rahmat sayangnya kepada mereka, dan ketika ditegur: Engkau menyambung ya Rasulullah.  jawab Nabi Saw : Aku tidak seperti kalian, aku diberi makan dan minum oleh Tuhanku.

Wallahu a’lam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s