Memahami sifat Allah yang maha Rahman dan Rahim

8023

Sifat Allah yang maha Rahman dan maha Rahim disebutkan dalam ayat Bismillahirrohmanirrohim, Dengan nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang. Sifat Rahman dan Rahim Ilahi Robbi inilah terbukti dengan sangat jelas dan terang bagi manusia sejak menjalani  alam dunia dan hingga memetik hasil perbuatannya  diakhirat.

Sifat Rahman terlimpahkan kepada siapa saja di alam dunia

Sifat rahman ini terlimpahkan kepada setiap orang tanpa kecuali siapa saja selama hidup dimuka bumi dan Allahpun menegur mereka dengan teguran 31 kali sebagaimana dalam surat Arrahman :

Firman Allah : Maka nikmat Tuhan yang manakah yang kamu dustakan

Namun tidak semua orang dapat menikmati sifat Rahman Tuhan itu, karena mereka senang untuk memungkiri bukti maha Rahman yang Allah karuniakan kepada mereka. Orang-orang yang demikian sangatlah banyak dibandingkan orang yang beriman dan bertakwa.

Hal tersebut terjadi dari zaman ke zaman yang dialami tiap-tiap kaum yang pernah hidup di muka bumi. Karena itu orang-orang demikian  cenderung hanya menumpuk dosa dan hidupnya menjadi sia-sia.

Berbeda dengan orang yang beriman dan bertakwa, mereka dapat menikmati sifat Rahman Allah, selalu mensyukuri atas segala rahmat dan nikmat yang diberikan Allah kepada mereka.

Sekalipun kepada diri orang-orang yang beriman dan betaqwa itu sadar bahwa banyak sekali dosa yang terlangkahi dan terlakukan. Namun demikian mereka tetap bersyukur, karena masih diperkenankan untuk bertobat untuk menghapus dosa-dosa yang diperbuatnya.

Sifat Rahim terlimpahkan di alam akhirat

Tiap-tiap orang yang menyadari ajaran Nabi Saw, bahwa setiap perbuatan apapun akan mendapatkan balasan nanti diakhirat. Saat itu sifat Rahim Allah atas terlimpahkannya pahala dari Allah akan tampak jelas di alam akhirat, berupa syurga.

Salahlah kemudian perkiraan atau sangkaan yang meminta balasan perbuatan itu dilimpahkan didunia. Demikian juga siksa yang amat dahsyat, bagi orang-orang yang banyak dosanya juga terdapat diakhirat. Sebab neraka yang berisi api yang panasnya ribuan kali panasnya dari sinar matahari terdapat dialam akhirat.

Dalam hal demikian orang baru menyadari bila telah menerima buku hisab di alam mahsyar. Orang beriman akan sadar nahwa alam dunia berbeda dengan alam baqa. Alam dunia bersifat fana sedangkan akhirat kekal.

Jadi hal ini wajib disadari, sekalipun orang terlihat merasa senang dan bersukaria didunia, tidak berarti di alam akhirat tidak mendapat siksa. Atau sebaliknya orang-orang yang keadaan kelihatannya susah dan menderita kurang harta, tidak berarti tidak mendapat pahala.  Adanya siksa dan pahal tidak bergantung pada apa-apa, melainkan ditentukan oleh amal sholeh yang diridhoi Allah dan juga pertolongan Allah kepada mereka.

Pertolongan Allah inilah cerminan maha rahim Allah sesuai surat Annajm 31-32.

Firman Allah : Dan hanya kepunyaan Allahlah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi supaya Dia memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat jahat terhadap apa yang telah mereka kerjakan dan memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik dengan pahala yang lebih baik (surga).

(Yaitu) orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan keji yang selain dari kesalahan-kesalahan kecil. Sesungguhnya Tuhanmu maha luas ampunan-Nya. Dan Dia lebih mengetahui (tentang keadaan)mu ketika Dia menjadikan kamu dari tanah dan ketika kamu masih janin dalam perut ibumu; maka janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui tentang orang yang bertakwa.

Besarnya maha Rahim Allah ini, maka merugilah orang-orang yang menunda taubatnya, setelah menyadari dosa yang telah diperbuatnya.

Firman Allah : Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (Ali Imran 133)

Dan bagi siapa yang beriman dan bertaqwa selalu sadar dan yakin bahwa maha Rahman Allah sangat terbukti dialam dunia berupa limphan nikmat dan peringatan Allah kepada mereka dan sifat Rahim sangat nyata terlimpahkan dialam akhirat berupa dekatnya pertolongan Allah kepada mereka.

Wallahu a’lam

(Kitab Maghfirotul Qulub 2)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s