Cinta diri: arti dan cara mengelolanya agar selamat

index my

Semua orang tanpa kecuali pasti akan mengatakan mencintai dirinya.  Bentuk cinta diri yang umum adalah merasa benar dan paling tahu dibanding orang lain. Cela orang lain terlihat sangat nampak dibanding cela dirinya.

Cinta diri sesuai tuntunan Nabi Saw

Bentuk cinta diri yang lain banyak diungkapkan dalam bentuk dzahir yaitu lebih meperturutkan sangkaan orang untuk selalu berhias diri, mamakai pakaian mahal, bagus dan mewah, makan makanan yang enak dan lezat, sangat memperhatikan kesehatan dan kebugaran dsbnya.

Nabi Saw tidak melarang seseorang mencintai diri dengan laku demikian. Namun pokok persoalannya adalah bagaimana cara proses mendapatkannya, darimana memperolehnya, apakah barang atau cara mendapatkannya dengan cara halal atau haram. Rasanya hal itulah yang harus diteliti dan diwaspadai dalam mengungkapkan cinta diri.

Bila tidak teliti dan waspada apa yang dianggap mencintai diri itu justru akan mengantarkan kepada jalan tidak selamat atau siksa diri karena diperoleh melalui perbuatan yang salah dan tidak bersumber pada Al Quran dan hadist.

Inilah maksud mengapa kebanyakan orang tidak memperhatikan baik/buruk amal dirinya itu dalam rangka mencintai dirinya.

Tujuan cinta diri adalah untuk selamat

Dengan demikian bagi seorang mukmin mencintai diri sudahlah sangat jelas agar dirinya dapat selamat dari siksa berbantukan amal shaleh yang diperbuatnya dan telah mendapat ridhoNya.

Dirinya akan terus meneliti dan waspada perbuatannya sendiri, tidak memerlukan bantuan orang lain, karena dirinyalah yang tahu persis. Perbuatan seseorang sejak akil balik hingga lanjut tidak akan pernah luput dari noda dosa, baik besar maupun kecil. Kecuali itu berlaku kepada nabi dan rasul yang semuanya terampuni.

Bila terlihat ada seseorang yang tiada beriman namun selalui dikarunia kebaikan Allah pada dirinya, sebaliknya orang yang beriman mengalami sebaliknya, Maka yakinlah bahwa Allah itu adil kepada setiap hambaNya tergantung bagaimana diri mereka mengupayakan jalan dan perbuatan yang diridhoi Allah.

Firman Allah: Dan janganlah sekali-kali kamu (Muhammad) mengira, bahwa Allah lalai dari apa yang diperbuat oleh orang-orang yang zalim. Sesungguhnya Allah memberi tangguh kepada mereka sampai hari yang pada waktu itu mata (mereka) terbelalak,  (Ibrahim :42)

Selain nabi dan rasul yang terampuni, maka seorang hamba tidak memiliki jaminan, kecuali secara tekun untuk terus memohon ampun dan taubat kepada Allah. Dirinya sadar bahwa dihadapan Allah, tidak akan ada yang dapat disembunyikan baik dari diri maupun hatinya. Karena maha teliti Allah dalam menciptakan dan memelihara ciptaanNya sesuai surat Al Anam : 120

Firman Allah : Dan tinggalkanlah dosa yang nampak dan yang tersembunyi. Sesungguhnya orang yang mengerjakan dosa, kelak akan diberi pembalasan (pada hari kiamat), disebabkan apa yang mereka telah kerjakan.

Cinta diri berati tidak membiarkan diri tertipu, teraniaya, terdustakan dan terdholimi

Dari ayat itu orang yang mencintai diri akan sadar untuk dapat memelihara dirinya lahir dan batin, baik selama berada di alam dunia maupun dia alam akhirat kelak. Perbuatan ini tidaklah mudah dilakukan sebagaimana sangkaan orang,

Dan dari situ sungguh mahal karunia iman dan taqwa yang Allah karuniakan kepada hambaNya dalam memelihara dan mencintai dirinya agar selamat dari siksa seperti yang dijanjikan Allah. Dan sungguh tinggi pertolongan Allah yang berkenan mengampuni dosa yang telah diperbuat hambaNya agar selamat didunia dan diakhirat.

Begitulah hakekat bentuk atau cara seorang mukmin dalam mencintai atau menyayangi dirinya. Tidak sekali-kali mendolimi dirinya, menganiaya, menipu, mendustai dirinya sebagaimana dilakukan orang tiada beriman atau mengaku-ngaku dirinya beriman.

Wallahu A’lam

(Maghfirotul Qulub 2)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s