Keutamaan menghidupkan malam Nishfu Sya’ban

nisfu-syaban

Malam Nisfu Syaaban merupakan malam yang penuh berkat dan rahmat setelah malam Lailatul Qadar. Aisyah r.a. meriwayatkan bahawa Nabi S.A.W tidak tidur pada malam itu sebagaimana yang tersebut dalam sebuah Hadis yang diriwayatkan oleh Imam Al-Baihaqi r.a:

“ Rasulullah S.A.W telah bangun pada malam (Nisfu Syaaban) dan shalat dan sungguh lama sujudnya sehingga aku fikir beliau telah wafat. Aku mencubit ibu jari kaki Baginda S.A.W dan bergerak. Kemudian aku kembali dan aku mendengar Nabi S.A.W berkata dalam sujudnya, “Ya Allah aku mohon ampunanMu daripada apa yang akan diturunkan dan aku mohon keredhaanMu daripada kemurkaanMu dan aku berlindung kepadaMu. Aku tidak dapat menghitung pujian terhadapMu seperti kamu memuji diriMu sendiri.

Setelah Nabi Saw selesai shalat, beliau berkata kepada Aisyah r.a. “Malam ini adalah malam Nisfu Syaaban. Sesungguhnya Allah Azzawajjala telah datang kepada hambanya pada malam Nisfu Syaaban dan memberi keampunan kepada mereka yang beristighfar, memberi rahmat ke atas mereka yang memberi rahmat (membuat amal makruf dan nahi mungkar) dan melambatkan rahmat dan keampunan terhadap orang-orang yang dengki.”

Dalam riwayat yang lain, Hari Nisfu Syaaban adalah hari dimana buku catatan amalan orang-orang Muslimin selama setahun diangkat ke langit dan diganti dengan buku catatan yang baru. Catatan pertama yang akan dicatatkan dibuku yang baru adalah pada saat masuk waktu Maghrib  (Berbeda dengan bulan pada tahun Masehi, hitungan tahun Hijrah masuknya hari adalah  pada sore hari yaitu pada tanggal 14 bulan Syaaban)

Nabi Muhammad s.a.w. menganjurkan umatnya untuk menghidupkan atau bangun malam dan berjaga serta beriktikaf sepanjang malam sehingga saat  amalan diangkat umatnya tidak dalam keadaan tidur atau lalai.

Amalan Sya’ban bagi sebagai ulama disebutkan sebagai refleksi atau cerminan dari amalan puncak seseorang pada bulan Ramadhan.  Puasa sunat, shalat sunat, dzikir dan membaca Al Quran, bersedekah hendaknya dibiasakan begitu pula menghidupkan malam Nishfu Sya’ban sebagai latihan dalam menyiapkan diri untuk mendapatkan malam Lailatul Qadar pada bulan Ramadhan.

Wallahu a’lam

(Diambil dari http://www.kerdipanrohani.blogspot.com)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s