Allah menggantikan yang hilang dengan yang lebih baik

 83

Kisah ini diriwayatkan oleh Ibnu Rajab Ra, bercerita mengenai seorang ahli ibadah di Mekah.

Seorang ahli ibadah telah kehabisan bekal dan kelaparan di sudut kota mekah. Dalam perjalanannya di salah satu gang kota Mekah dia menemukan sebuah kalung mutiara yang sangat mahal.  Lantas diambilnya kalung mutiara itu dan ditaruh disakunya dan dia bergegas shalat ke Mesjidil Haram.

Tiba-tiba terdengar pengumuman ada seorang laki-laki yang kehilangan kalung mutiara dan mengharapkan orang yang menemukan segera mengembalikan itu kepadanya. Ciri-ciri kalung itu diungkapkan yang ternyata persis sama dengan yang ditemukan ahli ibadah.

Ahli ibadah bergegas untuk menemui laki-laki yang kehilangan itu.  Laki-laki itu gembira menerima kalungnya kembali dan tanpa ucapan terima kasih dan imbalan kepada laki-laki itu.

Ahli Ibadah menerima dengan sabar walau sebenarnya dia berharap mendapatkan imbalan, lantas dia berucap: Ya Allah aku serahkan semua ini kepadaMu, aku hanya memohon gantilah untukku sesuatu yang lebih baik dari itu.

Kemudian dia melanjutkan perjalanan dan menumpang sebuah perahu. Saat perahu berlayar di tengah laut, tiba-tiba angin kencang, sehingga menghempas perahunya di suatu pulau dan menjadikan dirinya terdampar disana.

Diapun kemudian beranjak untuk melihat pulau itu dan menemukan sebuah mesjid dan terlihat orang hendak menunaikan shalat, diapun ikut serta dalam shalat itu.

Seusai shalat orang-orang memperhatikannya, dikala dirinya membaca Al Quran. Penduduk disitu berkata: Ajarilah anak-anak kami Al Quran dan kami akan memberikan imbalan untuk itu. Kemudian dia menuliskan tulisan arab, dan penduduk pulau itupun berkata: Ajari pula anak-anak kami tulis menulis.

Maka ahli ibadah menjawab: Ya aku akan mengajari mereka anak-anak membaca dan menulis dan aku menerima imbalan untuk itu. Diapun hidup di pulau itu cukup lama dengan cara mengajari anak-anak baca tulis tidak saja Al Quran tetapi bahasa arab.

Tidak berapa lama, penduduk pulau itu bercerita bahwa ada perempuan yatim, orang tuanya adalah  seorang yang shaleh dan telah meninggal dunia. Penduduk menawarkan perempuan itu untuk menjadi istrinya.

Ahli ibadah berkata: “Tidak apa-apa”. Akhirnya diapun menikah dengan perempuan yatim itu. Ketika masuk kekamarnya, dia melihat kalung mutiara yang pernah ditemukan melingkar di leher istrinya.

Maka ia bertanya : bagaimana ceritanya kalung mutiara itu ada padamu? Istrinya kemudian bercerita bahwa ayahnya sebelum meninggal pernah kehilangan kalung ini di Mekah. Kalung ini akhirnya ditemukan seorang laki-laki yang diserahkan begitu saja, tanpa dia sempat mengucapkan terima kasih, karena saking gembiranya.

Sepulang dari Mekah, ayahku teringat kebaikan laki-laki yang menemukan kalung itu dan memohon kepada Allah agar anaknya nanti dapat bersuamikan seperti laki-laki yang  menemukan kalung itu. Diakhir cerita istrinya, suaminya mengaku : Sayalah laki-laki itu. Istrinya lalu menyerahkan kalung mutiara itu kepada suaminya.

Ahli ibadah takjub dengan kejaiban yang terjadi dan cara Allah mengembalikan kalung mutiara yang ditemukannya itu lewat istrinya secara halal. Dirinya hanya tahu bahwa kala itu dia telah merelakan kalung itu kembali kepada pemiliknya dan yang dia lakukan hanya karena Allah, dan Allahpun menggantikannya dengan yang lebih baik.

Sabda Nabi Saw: Sesungguhnya Allah itu baik dan tidak menerima kecuali sesuatu yang baik

Wallahu a’lam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s