Makna untuk tidak sembarangan berucap sesuatu atas nama Allah

allah_by_fathimau-d5rr0sh

Hati-hati dengan ucapan atas nama atau demi Allah, maknanya akan luar biasa dan ucapannya memang harus ditunaikan.

Hal ini terdapat dalam kisah mengenai Nabi Khidir As sebagai berikut : Dikisahkan, suatu ketika Nabi Khidir As sedang duduk dipinggir jalan. Tiba-tiba datanglah seorang pengemis, dia berkata: “Atas Nama Allah aku mohon kepadamu, berilah aku sesuatu?”.

Mendengar hal itu, bergetar dan terkagetlah Nabi Khidir As kala nama Allah diucapkan si pengemis dan dia berkata kepadanya: “Aku tidak memiliki apa-apa selain diriku sendiri, sementara engkau meminta padaku atas nama Allah, karena itu aku serahkan diriku padamu. Jualah diriku, lalu ambil pembayarannya untuk kebutuhanmu”.

Pengemis tersebut membawa Nabi Khidir kepasar dan menjualnya kepada seorang bernama Sahim bin Arqam, lalu Sahim membawa khidir ke rumahnya. Sahim memiliki taman di belakang rumahnya dan dibelakang itu ada sebuah bukit.

Kemudian sahim memberikan alat gali pada Khidir As agar dapat membuat terowongan menembus bukit taman itu. Panjang terowongan yang hendak digali sekitar 1 farsakh (sekitar 5 km).

Setelah memberikan tugas itu kepada Khidir, Sahim meninggalkannya untuk kembali beraktifitas. Ketika Sahim pulang ia bertanya kepada keluarganya: “Apakah kalian sudah memberi makan budak itu?. Keluarganya heran: “Budak yang mana? aku tidak tahu kalau ada budak ? jawab keluarganya.

Sahim tidak enak karena telah menelantarkan budaknya, segera dia membawakan makanan untuk Khidir. Ketika sampai dibelakang rumah, didapatinya pekerjaan membuat terowongan telah selesai dilakukan. Melihat itu Sahim sangatlah terkejut. Lalu Sahim bertanya : “Siapakah engkau sebenarnya?.

Khidir As menjawab : “Aku adalah hamba Allah dan hambamu. Sahim mengulangi bertanya lagi : “Demi Allah, berutahulah aku siapa sebenarnya kamu?

Mendengar Hisam mengucap nama Allah, Khidir terkejut dan tidak dapat mengelak untuk mengungkapkan jati dirinya. Lalu dirinya berkata : “Aku adalah Khidir.”

Mendengar itu, Kini ganti Sahim yang terkejut dan hampir tidak sadarkan diri. Ketika dirinya tersadar, iapun bertobat, memohon ampun kepada Allah dan berdoa : Wahai Tuhanku, janganlah Engkau murka kepadaku, karena sesungguhnya aku tidak tahu kalau itu adalah nabiMu”.

Khidir As pun kemudian bersujud dan berdoa, Wahai, Tuhan, karenaMu aku menjadi hamba sahaya dan karenaMu pula kini aku menjadi merdeka.

Wallahu A’lam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s