Tidak ada kebaikan di mata Allah yang sia-sia

106000_spesies-unik-di-kalimantan--ular-kopstein-bronzeback_663_382

Pada suatu hari seorang shaleh keluar untuk berburu. Tiba-tiba ia bertemu seekor ular yang berlari ketakutan dan beteriak : “Tolong selamatkan aku dari kejaran musuh yang mengejarku”.

Orang shaleh setuju untuk melindungi ular itu, namun ular tidak merasa yakin dan berkata: Orang yang mengejarku akan tetap tahu dengan cara begitu. Orang shaleh berkata : “lalu apa yang harus saya lakukan”. Si Ular berkata :” Jika kamu ingin berbuat baik, biarkan aku masuk dalam tubuhmu”.

Orang shaleh keberatan : “Aku takut terjadi sesuatu. Namun si ular meyakinkannya dan berkata: “Aku adalah juga umat Muhammad dan saya berjanji tidak akan menyakitimu. Setelah itu si Ular langsung melompat masuk kedalam tubuh orang shaleh”.

Tiba-tiba datang orang yeng membawa pedang dan menanyakan tentang keberadaan ular itu kepada orang shaleh. “Saya tidak melihat ular itu, Jawab orang shaleh.

Setelah suasana aman dan pemburu ular itu berlalu, orang shaleh beristighfar 100 kali, orang shaleh berharap ular itu keluar.  Namun ternyata ular itu mengingkari janjinya tidak bersedia keluar dari tubuh orang shaleh malah berkata: Sekarang pilih bagimu salah satu cara kematianmu, aku gigit jantungmu atau saya lubangi hatimu?

Orang shaleh terperanjat: “Maha suci Allah, mana janji yang telah kau ucpkan ? Si ular berkata: “Aku tidak pernah menemui orang yang lebih bodoh daripada kamu, mau menyelamatkan aku. “Lupakah perteseteruanku dengan nenek moyangmu, sehingga dia dikeluarkan dari surga?  Dan apa yang mendorongmu melakukan kebaikan kepada hal yang tidak semestinya mendapatkan kebaikan seperti aku?

Orang shaleh menyadari kesalahannya dan pasrah, lalu berkata: Baiklah bila aku memang harus mati, berilah aku waktu untuk berjalan kearah gunung dan berdoa. Si Ular menjawab: “Boleh”.  Lalu orang shaleh berdoa:

Wahai dzat yang penuh kasih, kasihanilah aku dengan kasihMu yang lembut, wahai Dzat yang maha pengasih lagi maha kuasa, aku mohon kepadaMu, demi kekuasaanMu menegakkan singgasana, sementara  singgasana tersebut tidak tahu dimana Engkau menetap. Wahai Dzat yang maha bijak, maha tahu, maha tinggi, maha agung, maha hidup, maha kuat, Ya Allah tidak ada yang dapat menyelamatkanku dari ular ini melainkan Engkau.

Lalu ia berjalan ke arah gunung, tiba-tiba muncullah kakek tua yang wajahnya bersinar, harum dengan pakaiannya yang bersih. Ia memberikan dedaunan warna hijau dan meminta orang shaleh segera memakannya. Setelah dimakan, tiba-tiba keluarlah ular itu dalam keadaan sudah mati, tubuhnya  terpotong-potong dan seketika itu hilanglah rasa sakitnya.

Orang shaleh bertanya kepada kakek itu: Siapakah engkau wahai penyelamatku? . Kakek tua itu menjawab :

Ketika kamu berdoa kepada Allah, maka para malaikat dilangit menjadi ribut. Lalu Allah berfirman: Demi keagungan dan kemulianKu. Aku telah melihat apa yang dilakukan ular itu kepada hambaKu. Lalu Allah mengutusku pergi ke surga untuk mengambil daun pohon Thuba agar diberikan kepadamu.

Sesungguhnya aku adalah malaikat bernama Ma’ruf (kebaikan) dan tempatku adalah di langit.  Teruslah berbuat baik, karena itu akan menjagamu, walaupun kebaikan itu dikhianati dan disia-siakan oleh orang yang kita beri kebaikan. Tetapi ingatlah Allah tidak akan pernah menyia-nyiakan namanya sebuah kebaikan.

Wallahu a’lam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s