Kesempurnaan iman seorang istri

sholehahh

Ini adalah kisah seorang istri yang mencoba mengamalkan ajaran Nabi Saw untuk mendapatkan kesempurnaan imannya.

Pada masa khalifah Harun Al Rasyid, terdapat seorang perdana Menteri bernama Al Asma’i. Pada saat berburu ia terpisah dari kafilahnya tersesat disuatu gurun. Ia sangat kehausan dan kepanasan, berusaha mendapatkan tempat berteduh.

Akhirnya ditemukan sebuah kemah dan ditemui ada wanita sangat cantik didalamnya. Wanita itu mempersilahkan Al Asma’i masuk, namun ditempat yang agak jauh dari dirinya.

Al Asma’i langsung berkata: “Beri aku air minum”. Wajah wanita itu berubah, lalu ia berkata: “Sungguh aku tidak bisa memberikan air minum kepada orang lain, tetapi aku punya sarapan segelas susu bagianku, engkau boleh meminumnya.

Al Asma’i kemudian meminumnya dan selang tak berapa lama wanita itu melihat sesuatu dari arah luar dan berkata: “Suamiku akan datang”. Wanita itu lantas menyambut suaminya membawakan air lalu melepaskan sepatu dan membasuh kedua kaki  dan melayani keperluan suaminya sehingga dapat beristirahat dengan penuh penghormatan.

Al Asma’i keheranan melihat itu bagaimana wanita itu melayani suaminya yang didapati sebagai laki-laki yang  hitam, tua dan dilihatnya perangai suaminya sangatlah buruk dan kasar kepada wanita itu. Suaminya juga tidak menghormati Kehadiran dirinya sebagai tamu dalam rumah itu.

Setelah suaminya istrahat Al Asma’i berpamitan dan berkata: Saya menyesalkan keadaanmu dengan kemudaan dan kecantikanmu sangat bergantung kepada suamimu. Saya tidak habis pikir, apakah hal itu karena hartanya? sedangkan dia miskin, apa karena akhlaqnya? sedang perangainya kasar, apa karena ketampanannya? tidak juga karena orang itu buruk rupanya.

Wajah wanita itu memerah dan berkata :” Hai Al Asma’i akulah yang menyesalkan engkau berpikiran demikian. Seorang Perdana Menteri terhormat mau memalingkan kecintaanku kepada suamiku.  Tidakkah kamu ingin  tahu mengapa aku berbuat semua itu?

Semuanya adalah berkat kepatuhanku kepada Nabi  Saw yang telah bersabda:

Sesungguhnya iman satu bagian, dimana setengah bagian berisi syukur dan setengah bagian lagi adalah sabar.

Aku bersyukur kepada Allah, karena Dia telah menganugerahkan kepadaku kemudaan dan kecantikan dan akhlaq yang baik kepadaku. Karena itu aku ingin menyempurnakan imanku dengan setengah sabar yaitu dengan menerima suamiku dengan cara  berkhikmad kepadanya.

Al Asma’i tertunduk malu. Ia memohon maaf dan pergi meninggalkan wanita cantik itu dalam hati ia bergumam: Benar sekali sabar dan syukur adalah bagian iman yang tidak terpisahkan

Wallahu a’lam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s