Beberapa hal terkait shalat Tarawih di bulan Ramadhan

Suasana sholat Tarawih hari pertama di masjid Al - Akbar Surabaya, Jl Pagesangan (28/6), Ribuan umat Muslim dari berbagai daerah memadati Masjid pada malam pertama pelaksanaan Shalat Tarawih pada bulan Ramadhan 1435 H. Berita Joss/

Sabda Nabi Saw: Barang siapa shalat malam di bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala, dosanya terdahulu diampuni

Shalat taraweh adalah shalat sunat yang dilakukan berjamaah

Shalat malam di bulan Ramadhan yang dikenal kebanyakan orang adalah shalat taraweh. Bila shalat malam sebagian besar adalah dilakukan sendirian, maka shalat taraweh umumnya dilakukan berjamaah. Nabi Saw sendiri kuatir bila shalat traweh berjamaah ini menadi kewajiban dan itu memberatkan umatnya.

Dalam beberapa riwayat disebutkan bahwa Nabi Saw memang meninggalkan shalat taraweh berjamaah karena kekuatiran bila itu menjadi kewajiban sesuai dengan riwayat Abu Dzar:

Kami puasa Ramadhan bersama Rasulullah, beliau tidak qiyamul lail bersama kami hingga tersisa tujuh hari terakhir. Beliau qiyamul lalil bersama kami hingga sepertiga malam berlalu. Pada malam keenam terakhir, beliau tidak qiyamullail bersama kami dan pada malam kelima terakhir, beliau qiyamullalil hingga separuh malam berlalu. Akupun berkata: Wahai Rasulullah, andai saja kita shalat sendiri-sendiri pada malam ini. Beliau bersabda: Bila seseorang shalat bersama imam hingga usai, ia dihitung shalat sepanjang malam.

Pada malam keempat terakhir, beliau tidak qiyamulail, kemudian pada malam etiga terakhir, beliau mengumpulkan keluarga, istri-istri dan semua orang. Beliau qiyamullail bersama kami hingga kami kuatir tertinggal al falah (keberuntungan). Setelah itu, beliau tidak qiyamulalail bersama kami pada malam-malam sisanya.

Namun demikian dalam riwayat shahih Bukhari, shalat taraweh berjamaah dihidupkan pada masa Umar Ra  dan tujuannya adalah untuk menghidupkan malam pada bulan Ramadhan dimana berkumpul semua keutamaan malam di bulan Ramadhan yang kulminasinya pada malam Lailatul Qadar.

Bilangan rakaat shalat taraweh

Bila terkait dengan anjuran shalat taraweh berjamaah adalah demikian, lalu bagaimana dengan bilangan rakaat shalatnya.  Taraweh yang dilakukan di sebagian besar wilayah Arab, Taraweh adalah kesempatan untuk sebanyak-banyaknya untuk mengagungkan bacaan ayat suci Al Quran, karena Al Quran memang diturunkan pada bulan Ramadhan. Kebanyakan taraweh akhinya dijadikan sebagai shalat malam untuk dapat menyempurnakan bacaan dan dapat mengkhatamkan Al Quran.

Bila demikian, dalam traweh 1 malam diharapkan dapat dibaca 1 juz, hingga pada malam ke 30 sudah dapat khatam sesuai dengan jumlah juz al Quran adalah 30 juz. Namun demikian jumlah bulan Ramadhan tidaklah mesti genap 30 hari, sehingga bacaan pada shalat traweh adalah lebih dari 1 juz permalamnya sehingga pada malam-malam ganjil tanggal 25 atau 27 Al Quran sudah dapat dikhatamkan.

Mengenai bilangan rakaat traweh tidak ada masalah sepanjang dapat dibaca 1 juz itu sepanjang malamnya. Bila seseorang yang menghendaki shalat yang agak ringan dengan bacaaan ayat yang lebih pendek dalam setiap rakaatnya tentu memilih rakaat yang 20. bila mampu menyimak bacaan Quran yang lebih panjang tentu dapatlah memilih taraweh dengan rakaat 10 saja.

Selama saya di arab saya dapat memilih mesjid yang menggunakan bilangan traweh 10 atau 20 namun dengan konsekuensi yang demikian. Itulah dasar beberapa Mesjid dan pilihan umatnya untuk dapat melakukan shalat traweh ditinjau dari bilangan rakaatnya.

Bacaan traweh dengan target 1 juz sudah berlangsung lama dan tidak ada korelasi dengan bacaan yang panjang jamaah akan berkurang atau mengeluh. Saya perhatikan mesjid selama taraweh tetap penuh, mereka bersuka cita karena dengan ikut shalat traweh demikian mereka berkesempatan untuk menyimak al Quran dan mengkhatamkan al Quran sekaligus.

Daya tarik taraweh dengan bacaan Al Quran setiap malam adalah hadirnya Imam yang hafidz Quran. Imam yang bacaannya tartil dan suara yang indah akan menjadi serbuan jamaah untuk taraweh, tak terkecuali mesjid itu jauh dari tempat tinggalnya pasti akan dikunjungi. Bila imam dengan hafidz tidak begitu baik atau salah-salah, konsekuensinya ditinggal jamaah, itulah pembeda shalat taraweh di tanah arab dan di Indonesia.

Kebiasaan shalat Taraweh 30 juz KH Hasyim Asy’ari

Terkait dengan shlat tarawih 30 juz, dalam buku kebiasaan 2 kyai besar KH Ahmad Dahlan dan KH Hasyim Asy’ari. Disebutkan bahwa bahwa K H Hasyim Asy,ari  mentradisikan bacaan 30 juz pada  shalat taraweh sesuai sunah rasul, yakni 20 rakaat ditambah witir 3 rakaat.

Setiap malam KH Hasyim Asy’ari membaca 1 juz dalam 20 rakaat shalat taraweh, sehingga jika genap 30 hari, maka khatamlah Al Quran dibacanya 30 juz. Karena beliau bukan seorang hafidz, maka ia membawa dan membaca mushaf al Quran dalam shalatnya.

Dari sini terdapat teladan bahwa untuk melakukan tradisi taraweh 30 juz tidaklah harus hafidz, namun dapat melakukannya seperti beliau lakukan. Kebiasaan serupa ini sudah disampaikan kepada cucunya Abdurrahman Wahid yang menyatakn bahwa tradisi ini amatlah baik untuk dilakukan.

Namun alhamdulillah, di tanah air sudah ada beberapa Mesjid yang menyelenggarakan shalat traweh dengan target khatam Quran seperti di Arab. Mudah2an taraweh dengan bacaan panjang tidak menyurutkan jamaah Indonesia yang terbiasa dengan bacaan pendek, sehingga dapat secara perlahan dapat mengikutinya sekaligus mendapat keutamaan yaitu khatam Quran melalui shalat taraweh.

Dengan demikian tiadalah gunanya membuat perbedaan terkait dengan yang bilangan shalat taraweh 20 adalah NU dan yang 10 atau lebih sedikit 8 itu adalah Muhammadiyah bila shalat taraweh dilakukan dengan cara demikian. Hafidz yang jumlahnya banyak di Indonesia akan lebih diberdayakan untuk mengisi acara Ramadhan, tidak selama ini lebih banyak digunakan untuk seremonial dan sering diminta untuk kepentingan acara wafatnya seseorang.

Wallahu a’lam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s