8 perkara yang wajib ditinggalkan menurut Umar Bin Khattab Ra

070698300_1434622909-desert-camels

Umar bin Khathab Ra berkata :

  1. Siapa yang meninggalkan perkataan yang sia-sia maka dia akan diberi hikmah
  2. Siapa yang meninggalkan pandangan yang berlebihan maka dia akan diberi kekhusyuan hati
  3. Siapa yang meninggalkan makan berlebihan maka dia akan dianugerahi nikmat beribadah
  4. Siapa yang meninggalkan tertawa yang berlebihan maka dia akan dianugerahi kewibawaan
  5. Siapa yang meninggalkan senda gurau maka dia akan diberi kehormatan.
  6. Siapa yang meninggalkan kecintaan terhadap dunia maka dia akan diberi kecintaan terhadap akhirat
  7. Siapa yang meninggalkan kesibukan melihat aib atau cela orang lain maka dia akan diberi kemampuan untuk memperbaiki dirinya sendiri.
  8. Siapa yang meninggalkan obsesi untuk meneliti tentang bagaimana wujud Allah maka dia akan bebas dari kemunafikan

Ada beberapa hadist yang ada dalam kitab Nashaihul ibad yang  mendukung perkataan Umar bin Khathab sebagai berikut :

Sabda Nabi Saw : Manisnya iman tidak akan masuk dalam hati seseorang hingga dia mau meninggalkan sebagain perkataan (meskipun benar) karena takut berdusta dan mau meninggalkan sebagain bantahan meskipun dia dalam posisi menang.

Sabda Nabi Saw: Siapa yang bersabar pada saat sulit tiada mendapatkan makanan, maka Allah akan menempatkannya didalam surga pada tempat manapun yag dia sukai.

Sabda Nabi Saw : Siapapun orang yang tergoda oleh keinginan syahwat, lalu dia menolaknya dan sanggup menguasai dirinya maka dosanya akan diampuni.

Sabda Nabi Saw bersabda: Seseorang yang mengucapkan suatu kalimat dengan maksud agar ditertawakan orang maka sungguh dia telah jatuh kedalam jurang yang kedalamannya sejauh jarak antara langit dan bumi. Sesungguhnya, lisan yang tergelincir berdampak lebih parah daripada kaki yang tergelincir

Sabda Nabi Saw: Diam itu adalah tuannya akhlaq mulia dan siapa yang bercanda maka dia akan diremehkan (HR Ad-Dailami)

Sabda Nabi Saw: Enam perkara yang dapat menghilangkan pahala amal adalah sibuk mengurusi aib orang lain, kerasnya hati, cinta kepada dunia, sedikit malu, angan-angan kosong dan kezaliman yang tiada berkesudahan (HR Ad-Dailami)

Wallahu a’lam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s