Tahun baru Islam saatnya Hijrah Hati

selamat-tahun-baru-hijriah-islam

Sebentar lagi Umat Islam akan memasuki tahun baru Islam 1436 H dan banyak ulasan untuk dapat mengambil makna datangnya bulan Hirah ini. Makna utama adalah dengan memperingati dan mengambil pelajaran dari peristiwa Hijrahnya Nabi Saw dan umat Islam untuk berpindah dari Mekah ke Madinah.

Namun demikian ada makna  baik lainnya terkait peristiwa pergantian tahun baru hijrah ini yaitu Hijrahnya hati. Untuk hijrah hati ini perlu diketahui kondisi hati,  dalam kondisi yang bagaimana?, apakah dalam kondisi sehat, sakit dan berpenyakit atau bahkan mati. Dari sana baru dapat ditentukan titik awal niat berhijrah / perpindahan yang semuanya tentu mengarah kepada hati yang sehat.

Dalam kaitan ini perlu kesportifan diri untuk dapat jujur mengevaluasi kondisi hati, baru kemudian dicarikan cara menyehatkannya. Dalam kaitan kondisi hati ini, Imam Al Gazali membagi kondisi hati dalam 3 macam,: yaitu kondisi hati yang sehat, sakit dan mati.

Hati yang sehat

Kondisi hati yang sehat ditandai dengan hati yang selalu mengajak dan membawa pemiliknya datang menghadap Allah Yang Maha Esa dengan selamat di hari kiamat kelak. Hati yang sehat adalah hati yang selamat dari keinginan hawa nafsu yang menyalahi perintah-perintah Allah SWT, bila ia mencintai sesuatu ia akan mencintainya karena Allah SWT sedang bila ia membenci sesuatu, ia pun akan membencinya karena Allah SWT.

Hati yang sakit

Hati yang sakit, adalah hati yang mengandung penyakit dihatinya dan sangat mudah diperdaya setan. Hati yang sakit mengandung dua unsur sekaligus didalamnya, ada rasa cinta kepada Allah SWT, iman, ikhlas, tawakal dan yang sejenisnya yang menjadikannya baik. Namun ada juga yang berselera dengan hawa nafsu, tamak meraih kesenangan mementingkan kehidupan dunia, dengki, takabur dan sifat-sifat buruk lain yang mencelakakan.

Gambaran tentang siapa saja yang di dalam hatinya ada penyakitnya antara lain,

  • pertama, orang-orang munafik yang ragu-ragu dalam beriman.
  • Kedua, orang-orang yang membangkang, yang tidak mau menerima Alqur’an, bahkan sampai meninggal akhirnya dalam keadaan kafir.
  • Ketiga, orang-orang yang zalim.
  • Keempat, orang-orang yang kasar hatinya dan menyukai permusuhan.

Hati yang mati

Sedang hati yang mati, adalah hati yang tidak mengenal Tuhan, tidak mau menyembah dan tidak mau beribadah kepada-Nya. Hati orang-orang seperti ini selalu berjalan mengikuti hawa nafsu. Bila ia mencintai sesuatu ia cinta karena nafsu, sedang bila ia membenci ia membenci juga karena nafsu. Ia telah menjadi budak hawa nafsu, hawa nafsu menjadi tuannya serta mengendalikan dirinya, pola pikirannya hanya pada duniawi.

Setan telah membutakan matanya serta menulikan telinganya, sehingga tidak tahu mana yang baik dan mana yang buruk, mana yang benar dan mana yang salah serta mana jalan ke surga atau jalan ke neraka.

Cara  untuk hijrah hati

Bila hati ternyata dalam kondisi sakit, memiliki penyakit hati, maka niatkanlah untuk segera memperbaiki dan menyembuhkannya. Sesungguhnya Allah SWT tidak akan mendatangkan sesuatu penyakit kecuali telah menyediakan obatnya.

Sedangkan syarat utama untuk menyehatkan hati adalah taat kepada Allah SWT, yang diimplementasikan dalam perilaku kehidupan sehari-hari, takwa sebagai bukti kepatuhan kepada Allah SWT yang secara langsung juga bermanfaat bagi kesehatan hati.

Beberapa amalan yang menyehatkan hati

Menyehatkan hati dapat diwujudkan dalam beberapa tindakan:

  1. Berzikir, mengingat Allah. Orang-orang beriman wajib banyak berzikir. Berzikir dapat dilakukan sambil berdiri, duduk maupun berbaring. Berzikir merupakan amalan yang disukai Allah SWT (HR. Imam Malik). Zikir adalah amalan yang paling mudah namun mempunyai manfaat yang sangat besar karena Allah SWT selalu mengingat orang-orang yang berzikir. Sedangkan dengan berzikir hati menjadi tenang.
  2. Membaca Alqur’an, zikir yang paling baik adalah membaca Alqur’an, karena kitab suci ini menyembuhkan berbagai penyakit serta pemberi jalan terang dan kebaikan dunia maupun akhirat.
  3. Sering istighfar, mohon ampun kepada Allah SWT atas segala dosa-dosa dan kesalahan yang dilakukan. Syaikh Abdul As Salam berkata, “Hendaklah engkau tidak meremehkan istigfar. Meremehkan istigfar berarti engkau meremehkan dosa. Perbanyaklah istigfar. Semoga diantara seratus istigfar yang engkau ucapkan, ada satu istigfar yang diterima oleh Allah SWT.
  4. Rajin berdoa. “Berdoalah kepada-Ku, niscaya Aku kabulkan.” (QS. Al Mukmin:60). Orang yang mau berdoa berarti masih membutuhkan Allah SWT, berarti tidak sombong. Bukankah sombong termasuk tanda penyakit hati?
  5. Bershalawat kepada Rasululloh SAW dengan mentaati perintah Allah SWT untuk berselawat kepada rasululloh SAW dengan harapan yang indah agar besok di akhirat bisa dekat dengan beliau, orang yang berselawat menandakan hatinya sehat.
  6. Salat Malam. Sesungguhnya shalat yang paling utama setelah salat wajib adalah salat malam atau qiyamul lail” (HR Muslim). Ibadah ini memang agak berat dijalankan namun sangatlah bagus untuk menjaga ketaatan dan kekuatan iman. Orang-orang yang banyak dosa akan merasa sulit melaksanakannya. Imam Hasan Basri pernah berkata, “Seseorang yang berbuat dosa, berat baginya untuk shalat malam.”

(Disadur dari http://taushiyahonline.blogspot.com/2012/10/makna-tahun-baru-hijriyah.html)

Wallahu a’lam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s