Tertipu (Ghurur): ciri, cela dan cara mengatasinya

Young boys hand holding a small crystal globe

Dari kitab Muidzatul Mukminin,  Al Gazali menjelaskan mengenai celanya ghurur atau tertipu. Menurut Gazali disinilah letak kelebihan seorang mukmin dengan tidak membiarkan dirinya tertipu  sehingga dia dapat menapaki kehidupan dengan lebih baik dan berbahagia.

Ciri dan karakter Ghurur

Bagi seorang yang mukmin, karakternya tidak akan membiarkan dirinya tertipu dengan dirinya  selalu hati-hati,  berjaga-jaga, teliti, waspada  penuh perhitungan dan berfikiran cerdik dalam setiap langkah yang diambilnya,

Sementara bagi orang yang tiada beriman, akan membiarkan dirinya tertipu dengan karakter yang menandainya  seperti sembrono, tanpa perhitungan, menggampangkan, lalai, sehingga menjadikan diri terancam, celaka dan selalu diliputi kesengsaraan.

Imam Gazali menyatakan tertipu atau ghurur itu adalah sumber atau induk dari kecelakaan, perusak dan ketidakbahagiaan seseorang.

Ghurur dalam Al Quran dan Sunnah

Paling tidak ada 2 ayat yang menjeaskan hal itu yaitu:

Firman Allah : Janganlah kamu semua dapat ditipu oleh kehdupan dunia dan janganlah pula kamu dapat ditipu oleh syaithan yang amat penipu itu untuk mendapatkan kedurhakaan kepada Allah (Luqman : 33)

Firman Allah : Tetapi kamu semua mencelakakan dirimu sendiri dan menantikan kehancuran kami dan ragu ragu terhadap janji Allah, kamu semua juga ditipu oleh angan-anganmu yang kosong, sampai datang perintah Allah (Al Hadid: 14.)

Sabda Nabi Saw :

Orang yang cerdik adalah orang yang hawa nafsunya tunduk pada kemauan baiknya dan beramal untuk apa-apa yang bermanfaat pada dirinya sesudah meninggal dunia. Adapun orang yang kurang akal ialah orang yang mengikuti hawa nafsunya dan mengharap-harapkan yang kosong kepada Allah (HR Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Dengan demikian dapat dipahami sebagaimana telah dijelaskan dalam ayat Allah dan hadist itu bahwa tipuan itu berasal dari kesenangan dunia dan ajakan setan yang mengajak hawa nafsu dalam diri untuk melakukan kedurhakaan kepada Allah.

Bentuk Ghurur terhebat

1. Bentuk ghurur yang terjadi pada orang kafir

terhebat yang pertama adalah adalah kekafiran.  Di dunia ini banyak orang yang telah mendapatkan banyak kebaikan, kekayaan, sejahteraan, keselamatan didunia dan menyatakan bahwa itu semua adalah buah dari kerja kerasnya, maka orang itu adalah tertipu.

Makanya disabdakan oleh  Nabi Saw, sebagai orang yang kurang akal karena Akalnya tidak mampu menjangkau bahwa semua itu adalah berkat karunia Allah yang memberi kekuatan dan kemampuan untuk mendapatkan karunia itu semuanya.

Perihal ghurur kepada orang kafir ada firman Allah sebagai berikut :

Mereka adalah orang-orang yang membeli kehidupan dunia dengan akhirat, maka tidak akan diringankanlah siksa dari diri mereka itu dan tidak  pula mereka akan diberi pertolongan (Al Baqarah : 86)

2. Ghurur terhebat yang terjadi pada kaum muslimin

Ghurur terhebat kedua adalah yang ada didalam hati kaum muslimin yang melakukan kemaksiatan dan kefasiqan. Tandanya ghurur adalah kaum muslimin ini memiliki keyakinan kepada Allah dan mengetahui Allah maha pengampun,

Besarnya pengampunan Allah itu dijadikan alasan buat mereka untuk melanggengkan kemaksiatan dan kefasiqan. Orang yang demikian tertipu dengan angan-angannya sendiri atau pengharapan kosong.

Cara mengatasi Ghurur

Caranya tidak lain hanya 2 hal yaitu dengen menaruh kepercayaan dihati yang berupa keimanan dan inilah yang disebut Tashdiq dan Burhan melalu pemberian keterangan yang benar dan jelas dan ini dinamakan burhan.

Jalan tashdiq adalah dengan jalan keimanan dan mempercayai sepenuhnya firman Allah sebagaimana firman Nya:

Apa yang disisimu semua itu tentu habis, sedang apa yang disisi Allah itu kekal selama-lamanya.

Meyakini bahwa kehidupan dunia adalah kesenangan yang menipu dan kehidupan akhirat adalah lebih baik dan kekal sesuai firmannya:

Firman Allah : Janganlah kamu semua tertipu oleh kehidupan dunia (Luqman :33)

Firman Allah : Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal.

Sementara jalan Burhan dilakukan dengan memberikan penjelasan dan bukti-bukti yang mampu dibuktikan dengan kemampuan akal  mereka. Sebagai contoh perlu dijelaskan bagaimana kerusakan yang menimpa seseorang karena tertipu oleh bujukan setan.

Wallahu a’lam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s