Sifat dermawan dan murah hatinya seorang Ja’far ash Shadiq

islamic-charity

Suatu hari ada seorang lelaki yang tertidur dalam masjid. Ia membawa kantong berisi uang. Kala terbangun ia mendapati kantong uangnya hilang dan mendapati di Mesjid hanya seorang bernama ja’far ash shidiq yang sedang shalat disitu.

Maka Ja’far itu dihampiri dan dipegang kerah baju oleh laki-laki itu. ja’far pun heran atas perlakuan lelaki itu pada dirinya: “Apa yang terjadi padamu?” Lelaki itu menjawab : “Kantong uangku ada yang mencuri, sementara di masjid ini hanya ada kamu”.  Lalu Ja’far bertanya: Berapa uang yang dicuri. Lelaki itu berkata : “seribu dinar”.

Kemudian ja’far pulang kerumahnya dan datang lagi dengan membawa seribu dinar dan diberikan kepada laki-laki itu.  Setelah itu laki-laki itu pulang dan berjumpa dengan kawan-kawannya.

Kawan-kawannya berkata : “kantong uangmu ada pada kami, tadi kami mengambilnya dengan maksud bercanda padamu.”

Mendengar itu, si lelaki terkejut dan teringat kepada Ja’far yang telah memberinya uang. Segera ia bergegas ke mesjid dan mencari ja’far. Namun dia tidak mendapatinya dan bertanyalah kepada orang sekitarnya. Diberitahu bahwa ja’far adalah sepupu Rasulullah Saw.

Iapun akhirnya dapat bertemu dengan Ja’far, lantas uang seribu dinar itu pun berusaha diberikan kepada Ja’far. Namun Ja’far menolaknya dan berkata : Kami adalah orang-orang apabila telah mengeluarkan sebagai harta milik kami, maka pantang kami menarik kembali harta itu.

Ja’far as shadiq bernama Ja’far bin Muhammad bin Ali Zainal Abidin bin Husein bin Ali bin Abu Thalib. Lahir di Madinah tahun 80 H dan wafat di kota yang sama pada tahun 148 H, dalam usia 68 tahun.

Ash-Shadiq merupakan gelar yang selalu tersemat kepadanya, karena ia terkenal dengan kejujurannya dalam hadis, ucapan, dan tindakan. Ia tidak dikenal berdusta.  Ja’far dikenal sebagai seorang yang dermawan dan sangat murah hati. Sifat ini seakan warisan dan tradisi dari keluarga yang mulia ini. Sebagaimana Rasulullah Saw yang paling murah hati di antara keluarga ini.

Dalam hal kedermawanan, ia juga mewarisi sifat kakeknya Ali Zainal Abidin yang terkenal dengan bersedekah secara sembunyi-sembunyi.

Wallahu a’lam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s