Keutamaan memberi manfaat kepada orang lain

menolong

Sebaik-baik manusia adalah yang memberi manfaat kepada orang lain (HR Baihaqi)

Hadist ini sering diungkapkan dalam membahas sisi kehidupan antar manusia terkait muamalat, Terkait sifat manusia yang mengedepankan ego, terkesan memberi manfaat adalah suatu bentuk kerugian bagi seseorang. Namun bila dikaji ternyata itu memberi hal sebaliknya yang luar biasa bagi seseorang berupa kemudahan dalam menjalani kehidupan.

Semua ini terkait hukum sebab akibat dalam hubungan  antar manusia. Seperti siapa yang memberi kemudahan orang lain, tentunya akan dimudahkan hidupnya. Siapa yang menghormati orang lain tentunya akan banyak dihormati orang lain.

Sabda Nabi Saw : Jika kalian berbuat baik, sesungguhnya kalian berbuat baik bagi diri kalian sendiri (Muttafaqalaihi)

Sabda Nabi Saw: Siapa yang menyelesaikan kesulitan seorang mukmin dari berbagai kesulitan-kesulitan dunia, Allah akan menyelesaikan kesulitan-kesulitannya di hari kiamat. Dan siapa yang memudahkan orang yang sedang kesulitan niscaya akan Allah mudahkan baginya di dunia dan akhirat.(HR Muslim)

Memberi manfaat dapat dilakukan dengan hal yang terkecil sebagaimana hadist Nabi Saw dengan menyingkirkan kerikil atau penghalang di jalan sehingga orang lain dapat melalui dengan aman. Dengan demikian tidak perlulah  untuk memilih-milih dalam memberikan manfaat yang besar saja, sehingga diri baru termotivasi untuk melakukan.

Seseorang dalam memberikan manfaat kerap menimbang-nimbang beberapa hal dibawah ini sebagai berikut:

  • Pertama seberapa besar atau kecil manfaat atau bantuan  yang diberikan
  • Kedua dengan seberapa banyak atau sedikitnya orang yang mendapat manfaat / dibantu
  • Ketiga adalah komitmen atau kontinuitas untuk menjadi pribadi yang bermanfaat.

Bagi orang kecil,  tidak berharta dan tidak mempunyai kedudukan, tentu, terpikir dalam benaknya bahwa dirinya tidaklah seberapa dibanding dengan orang yang berkedudukan tinggi dan kaya dalam hal memberikan manfaat. Menurutnya dengan kekuasaan dan hartanya orang itu dapat melakukan manfaat yang besar bagi orang banyak. Pikiran serupa itu menjadikan orang kecil menjadi pesimis.

Selain kategori orang kecil, umur seseorang juga sangat terkait dengan kemanfaatan dirinya. Tidak otomatis yang lebih berumur panjang dapat memberikan manfaat yang besar dibanding dengan yang berusia singkat. Dalam hal ini perhatikan ucapan di bawah ini:

Ibnu Athaillah mengatakan bahwa hukum dibawah ini berlaku untuk semua makhlukNya. “Umur orang banyak yang panjang, namun manfaatnya kurang, sebaliknya umur orang banyak yang singkat namun padat manfaat”

Kenyataannya tidaklah demikian dalam memberikan manfaat, Allah tidaklah melihat besar kecilnya manfaat itu diberikan dan seberapa banyak orang yang mampu dibantu, namun lebih pada kadar keikhlasan dan kontinue perbuatan itu dilakukan.

Bisa jadi seseorang yang hanya memberikan manfaat yang kecil dan itupun hanya dilakukan pada satu atau segelintir orang terdekat saja,  namun karena dilakukan dengan  ikhlash dan kontinue, maka itu menjadi besar di mata Allah.

Sabda Nabi Saw:…dan ketahuilah bahwa tidaklah amal seseorang itu akan menjadikannya masuk syurga, dan bahwa sebaik-baiknya amal dihadapan Allah adalah yang berkesinambungan walaupun sedikit (HR Bukhari)

Karena itu janganlah berkecil hati bila diri baru mampu memberikan manfaat yang kecil saja dan itu baru memberi kemanfaatan hanya kepada satu orang misalnya, maka tetap lakukanlah.

Wallahu a’lam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s