Gambaran Akhlak Nabi Muhammad Saw

00bo053p7va

Masih dari buku Fi Bayt Al Rasul, yang ditulis Dr Nizar Abazhah, diungkapkan gambarang bagaimana akhlak Rasulullah Saw sebagai berikut:

Selalu diam, berbicara seperlunya, bicaranya fasih, ringkas tapi padat. Hatinya selalu sedih, berpikir terus menerus. menghargai nikmat sekecil apapun, bila suka, dimakan, bila tidak ditinggalkan.

Tidak pernah marah menyangkut urusan dunia. Marah atau mengekang marah bukan karena nafsu. Bila kebenaran dilanggar, tidak ada yang mampu mengekang amarah beliau. Bila marah beliau memalingkan muka. Bila senang, beliau memejamkan mata.

Tidak pernah berkata kotor, berbuat keji dan melampaui batas, serta berteriak-teriak dipasar. Tidak pernah membalas kejahatan dengan kejahatan, bahkan beliau memaafkan dan berlapang dada. Tangan beliau tidak pernah memukul selain dalam jihad di jalan Allah. Bila menghadapi dua hal, beliau memilih yang termudah selama tidak berpretensi maksiat.

Dirumah, beliau adalah manusia biasa yang mencuci baju, memerah susu dan mengerjakan sendiri segala keperluan dirinya. Disaat duduk maupun berdiri, beliau senantiasa berdzikir.

Raut wajahnya selalu cerah, perangainya dapat ditiru dengan mudah, lemah lembut dan ramah. Tak pernah berlaku keras dan kasar, berteriak-teriak dan mencela orang. Tiga hal yang mereka jauhi, perselisihan, congkak dan segala yang tidak diperlukan/manfaat.

Tidak pernah mencela dan memaki maki orang. Tidak pernah menuntut kerahasiaan mereka. Tidak pernah berbicara kecuali sesuatu yang menjanjikan pahala.

Bicaranya memukau siapapun yang mendengarnya, seolah ada burung melintas di kepala mereka.Bagi yang melihat beliau sepintas lalu, ia akan takut bercampur hormat. Bagi yang sering bergaul dan telah mengenal baik beliau, ia akan mencintainya tanpa batas.

Memberi tempat kepada orang yang mau duduk, dan tidak menganggap ada yang lebih mulia diantara mereka.

Siapa yang meminta sesuatu kepadanya, pasti dipenuhi, atau ditolak dengan tutur kata yang sejuk. Tangan beliau selalu terbuka bagi siapa saja tanpa pilih kasih, beliau adalah bapak bagi mereka semua.

Dimanapun beliau duduk, disitu terpancar cahaya ilmu, sikap malu dan sabar, serta amanah. tak ada yang berani mengangkat suara dihadapan beliau. Semua mengakui yang lain lebih utama karena takwanya, yang tua dihormati, yang kecil disayang, yang punya keperluan diprioritaskan, orang asing dijaga dan diperhatikan.

Tidak memotong pembicaraan orang lain. Kalau ingin memotong, beliau menyetop atau berdiri. Paling lapang dada, paling tepat logat bicaranya. Paling halus wataknya, paling ramah tata pergaulannya.

Berkata orang yang berusaha menggambarkan beliau :

“Tak pernah kulihat orang seperti dia, dulu maupun sekarang”.

Shalawat dan salam semoga abadi mengalir kepada beliau, segenap keluarga dan sahabat beliau. Segala puji milik Allah. Tuhan semesta alam.

Wallahu a’lam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s