Cara keluar dari masalah ala keledai

ass-368500_640

Asosiasi seseorang bila berbicara keledai adalah sebagai makhluk yang bodoh tiada berguna. Namun demikian coba lihat kisah keledai ini yang dengan cerdas dapat keluar dari sumur sebagai berikut :

Suatu hari, keledai milik seorang petani jatuh ke dalam sumur. Hewan itu menangis dengan sangat memilukan selama berjam-jam, sementara si petani pemilik keledai dengan putus asa memikirkan apa yang harus dilakukannya.

Akhirnya, petani memutuskan bahwa hewan itu sudah tua dan sumur juga perlu ditimbun/ditutup, karena berbahaya, jadi tidak ada gunanya untuk menolong si keledai. Dan ia mengajak tetangga-tetangganya untuk datang membantunya. Mereka membawa sekop dan mulai menyekop tanah ke dalam sumur.

Pada mulanya, ketika si keledai menyadari apa yang sedang terjadi, ia menangis penuh ketakutan. Tetapi kemudian, semua orang takjub, karena si keledai menjadi diam. Setelah beberapa sekop tanah lagi dituangkan ke dalam sumur, si petani melihat ke dalam sumur dan kaget atas apa yang dilihatnya.

Walaupun punggungnya terus ditimpa oleh bersekop-sekop tanah, si keledai melakukan sesuatu yang menakjubkan. Ia mengguncang- guncangkan badannya agar tanah yang menimpa punggungnya turun ke bawah, lalu dengan perlahan ia menaiki tanah itu.

Sementara tetangga-tetangga si petani terus menuangkan tanah ke atas punggung hewan itu, si keledai terus juga menguncangkan badannya dan melangkah naik. Segera saja, semua orang terpesona ketika si keledai meloncat ke tepi sumur dan keluar menjauh dari sumur.

Lalau apa yang dapat dipelajari dari itu adalah bahwa setiap harinya setiap orang itu pasti punya masalah. Namun seorang menghadapai masalah itu berbeda-beda ada yang cepat ada yang lambat atau diam saja sehingga tenggelam dalam masalah.

Disamping itu kemampuan seseorang untuk mensikapi masalah berbeda-beda ada yang apriori dengan membiarkan saja sehingga tidak belajar dan ada yang dengan cerdas segera memahami kalau masalah yang ada merupakan pembelajaran dari Tuhan sehingga seseorang itu mampu menangkap pesan atau maksud dibalik masalah yang diberikan.

Kemampuan untuk mengatasi masalah itu merupakan pijakan sebagaimana keledai mengunakan timbunan tanah sehingga akhirnya dapat keluar dari sumur tua.

Wallahu a’lam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s