Menghilangkan kekuatiran akan hal rezeki

rezeki 1

Ibnul Qayim menuturkan dengan indah bahwa jaminan Allah akan rezeki kepada manusia itu terus berlanjut dari awal kandungan hingga ajal menemuinya. Terkait dengan itu Inilah yang disampaikan beliau :

Fokuskanlah pikiranmu hanya untuk memikirkan apa yang diperintahkan Allah kepadamu. Jangan menyibukkannya dengan rezeki yang nyata-nyata sudah dijamin untukmu. Karena rezeki dan ajal adalah 2 hal yang sudah dijamin. Selama masih ada sisa ajal maka rezeki pasti datang.

Jika Allah dengan hikmahNya berkehendak menutup salah satu jalan rezekimu, Dia pasti dengan RahmatNya membuka jalan lain yang lebih bermanfaat bagimu.

Renungkanlah kejadian janin, makanan datang kepadanya, berupa darah dari satu jalan yaitu plasenta.

Lalu ketika ia keluar dari perut ibunya dan terputus rezeki itu, Allah membuka untuknya dua jalan rezeki yang lain, (yakni 2 puting susu ibunya). Dan Allah mengalirkan untuknya di dua jalan itu; rezeki yang lebih baik dan lebih lezat dari rezeki yang pertama, itulah rezeki susu murni yang lezat.

Lalu ketika masa menyusui habis, dan terputus dua jalan rezeki itu karena sapihan, maka Allah membuka empat jalan rezeki lain yang lebih sempurna dari yang sebelumnya yakni dua makanan dan dua minuman.

Dua makanan yaitu yang berasal dari hewan dan tumbuhan dan dua minuman yaitu dari air dan susu serta segala manfaat dan kelezatan yang ditambahkan kepadanya.

Lalu ketika dia meninggal, terputuslah empat jalan rezeki itu, Namun Allah membuka jalan baginya, jika dia hamba yang beruntung, maka  delapan jalan rezeki dibukakan, yaitu pintu-pintu surga yang berjumlah delapan, dia boleh masuk surga dari mana saja dia kehendaki.

Dan begitulah Rabb Subhanahu Wa ta’ala. Dia tidak menghalangi hamba-hambaNya untuk mendapatkan sesuatu, kecuali Dia berikan sesuatu yang lebih afhdol dan lebih bermanfaat baginya.

Dan itulah yang diberikan kepada sekalian orang mukmin, karenanya Dia menghalanginya dari bagian yang rendahan dan murah dan Dia tidak rela hal tersebut untuknya, untuk memberinya selalu kepada orang mukmin bagian yang mulia dan berharga (Kitab Al Fawaid hal 57)

Wallahu a’lam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s