Diam: arti dan keutamaannya

shhh1

Arti

Diam dalam pengertian ini adalah diam untuk menghindari pembicaraan yang tiada manfaat baik dalam perkara dunia atau perkara agama. Diam disini juga berarti tidak mengambil sikap untuk membalas dengan kata-kata yang bersifat permusuhan.

Diam sebagai ibadah yang paling tinggi

Diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra bahwa Rasulullah Saw pernah bersabda:

Diam itu ibadah yang paling tinggi (HR Ad Dailami)

Diam termasuk ibadah yang paling tinggi , karena banyak kesalahan dan dosa itu timbul dari ucapan lisan. Namun jika diamnya seseorang itu karena mengasingkan diri dari pergaulan, itu tidak terhitung sebagai diam yang bernilai ibadah.

Perbandingan sikap diam dengan ibadah lainnya sebagaimana dikutip dalam kitab Nashaihul ibad bahwa Rasulullah Saw bersabda:

  1. Shalat adalah tiang agama, namun diam adalah lebih utama
  2. Sedekah dapat memadamkan murka Tuhan, Namun diam lebih utama
  3. Puasa adalah perisai dari siksa neraka, namun diam lebih utama
  4. Jihad adalah puncaknya keutamaan agama, namun diam adalah lebih utama.

Diam sebagai tanda orang berilmu

Dari Muharriz, Rasulullah Saw bersabda :

Diam adalah perhiasan orang alim dan penutup bagi orang bodoh (HR Abu Asysyaikh)

Pernyataan hadis diatas cukup beralasan sebab diam itu melahirkan kewibawaan, sebuah pertanda bahwa seseorang berilmu. Bahkan selama orang itu diam, kebodohannya akan tertutupi.

Diam cerminan akhlak utama

Dari Anas ra, Rasulullah Saw bersabda:

Diam itu adalah akhlak yang paling utama (HR Ad-Dailami)

Diam juga menjadi akhlaq yang paling utama karena pelakunya menghindari pembicaraan yang tidak menghasilkan pahala sehingga ia selamat dari dosa akibat ghibah dan sebagainya.

Diam sebagai hikmah

Dari ibnu Umar ra bahwa Rasulullah Saw bersabda

“Diam itu hikmah, namun sedikit sekali yang melakukannya (HR Qadha’i)

Yang dimaksud diam itu hikmah adalah mengandung manfaat dan menghindarkan seseorang dari sifat bodoh.

Diam yang tidak dianjurkan

Hanya sedikit sekali orang yang mau menahan diri dari pembicaraan yang tidak berfaedah dan hal yang sia-sia. Namun tidak selamanya diam itu menjadi akhlak yang paling utama karena dzikir, membaca Al Quran atau diskusi tentang ilmu agama jauh lebih baik dari itu.

Wallahu a’lam

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s