Wahai ibu hati-hati dengan ucapan kepada anak

Kewajipan-Berbuat-Baik-Kepada-Ibu-Bapa

Ini ada kisah hikmah terkait sangat mustajab doa yang disampaikan seorang ibu terhadap anaknya sebagai berikut :

Hati hatilah dalam menjaga lisanmu wahai ibu…

Suatu hari saya sedang membersihkan rumah, tiba-tiba anak lelalki saya datang, ia masih kecil waktu itu, ia menjatuhkan satu hiasan yang terbuat dari kaca dan pecah.

Saya benar-benar marah ketika itu, karena hiasan itu amat mahal harganya, ibu saya telah menghadiahkannya, maka saya menjaganya dengan amat baik.

Karena terlalu marah, saya melontarkan kata-kata: “Semoga kamu tertimpa dinding bangunan dan tulang belulangmu hancur”

Beberapa tahun berlalu, saya lupa akan doa itu, sayapun tidak menganggapnya penting, dan saya tidak tahu bahwa ternyata doa itu telah naik keatas langit…

Anak lelalkiku dan saudara-saudarinya yang lain semakin besar, rasanya dialah yang paling saya cintai dari anak-anakku yang lain. Dialah yang paling saya kuatirkan. Ia pula yang paling berbakti kepadaku dibanding yang lain. Dia telah tamat belajar, bekerja dan sudah waktunya untuk saya mencarikannya pasangan. Dan diperolehlah pasangan hidup buatnya.

Ayah pasangannya memiliki sebuah gedung tua yang hendak direnovasi. Maka pergilah anakku bersama ayahnya ke gedung itu. Para pekerja sudah bersiap-siap untuk merenovasinya.

Ditengah aktivitas pekerjaan, anakku pergi agak jauh dari yang lainnya, para pekerja tidak tahu ada ia disana, bangunan yang sengaja dirobohkan untuk di renovasi itu jatuh menimpanya..

Anakku berteriak hingga suaranya tidak terdengar lagi, semua pekerja berhenti, mereka ketakutan dan kuatir. Mereka kemudian menyingkirkan dinding yang menghimpit anakku itu dengan susah payah dan segera memanggil ambulans. Mereka tidak bisa mengangkat badan anakku…Ia remuk, seperti kaca yang jatuh, pecah berkeping-keping…

Mereka membawanya dengan amat sulit dan segera memindahkannya untuk pertolongan lebih lanjut…Ketika ayahnya menghubungi saya untuk mengabarkan itu…seakan Allah menghadirkan kembali apa yang telah saya doakan untuknya dahulu ketika ia kecil

Saya menangis hingga jatuh pingsan. Ketika sadar saya berada di rumah sakit Dan saya meminta untuk melihat anak saya…Ketika melihatnya…ah andaikan aku tidak melihatnya dalam keadaan sebegitu…saya melihatnya, seakan-akan Allah berkata : Nih. ini doamu kan ? Sudah saya kabulkan setelah sekian lama: doa orang tua itu mustajab dan sekarang aku akan mengambilnya.

Ketika itu jantung saya seakan berhenti berdetak, Anak saya menghembuskan nafas terkahirnya.Sembari berteriak dan menangis saya berkata : Andaikan ia hidup lagi, tidaklah mengapa jika dia hancurkan seluruh perabot rumah…asalkan saya tidak kehilangan dia

Andaikan lidah saya ini terpotong dan tidak mendoakan yang sedemikian..andaikan ruhkupun turut bersamamu nak,,hingga saya bisa beristirahat dari kepedihan yang saya rasakan sepeninggalmu…..andaikan…andaikan dan banyak andaikan yang sudah tiada berguna.

Wallahu a’lam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s