Santun dan kesahajaan dalam mendidik anak

Anak-Sopan-700x325

Rasulullah Saw selalu menekankan aspek santun kepada siapapun dalam bergaul dan mencontohkan kesehajaan dalam hidup. Begitu juga dalam keluarga terutama kepada anak-anak hal tersebut perlu ditanamkan sejak dini sebagai modal bagi dirinya dalam bergaul dimasyarakat.

Ada tulisan menarik di media sosial bagaimana pengaruh pola mendidik orang tua yang mengedepankan santun dan kesehajaan terhadap sifat dan sikap anak kedepannya, sebagai berikut:

Anak-anak yang dididik dalam keluarga yang penuh kesantunan, etika tata krama dan sikap kesederhanaan akan tumbuh menjadi anak-anak yang tangguh, disenangi dan disegani banyak orang.

Mereka tahu aturan makan table manner di restoran mewah. Tetapi tidak canggung makan di warteg kaki lima. Mereka sanggup beli barang-barang mewah. Tetapi tahu mana keinginan dan kebutuhan dalam memilihnya.

Mereka biasa pergi naik pesawat antar kota. Tapi santai saja saat harus naik angkot kemana-mana. Mereka berbicara formal saat bertemu orang yang berpendidikan, tapi mampu berbicara santai bertemu orang jalanan.

Mereka berbicara visioner saat bertemu rekan kerja, tetapi mampu bercanda lepas bertemu teman sekolah. Mereka menjadi tidak norak saat bertemu orang kaya, tetapi tidak juga tidak merendahkan orang yang lebih miskin darinya.

Mereka mampu membeli barang-barang bergengsi, tetapi sadar kalau yang membuat dirinya bergengsi adalah kualitas dan kapasitas dirinya, bukan dari barang yang dikenakan. Mereka punya tetapi tidak teriak kemana-mana. Kerendahan hati yang membuat orang lain menghargai dan menghormati dirinya.

Karena itu jangan didik anak dari kecil dengan penuh kemanjaan, apalagi sampai melupakan kesantunan dan etika tatakrama. Hal-hal sederhana perlu diajarkan seperti :

  • pamit saat pergi dari rumah
  • permisi saat masuk kerumah teman (karena ternyata banyak yang masuk kerumah orang tidak punya sopan santun, tidak menyapa orang yang ada di rumah itu)
  • mengembaliukan pinjaman uang sekecil apapun
  • berani untuk minta maaf saat ada kesalahan
  • tahu berterima kasih jika dibantu sekecil apapun

semua hal itu terlihat sederhana, cuma kalau tidak dilatih akan sulit melakukannya, apalagi anak yang dasarnya  tidak mempunyai attitude yang baik.

Bersyukurlah, bukan karena kita terlahir dari keluarga yang kaya atau cukup. Bersyukurlah kalau kita terlahir di keluarga yang mengajarkan kesantunan, etika tatakrama dan kesederhanaan. Karena ini jauh lebih mahal daripada sekedar uang.

Wallahu a’lam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s