Kalau sudah milik tidak akan kemana

kehilangan-dompet

Ungkapan ini kerap disampaikan seseorang dikala mengalami musibah kehilangan sesuatu dengan  berucap ” Kalau sudah milik tidak akan kemana”.

Ucapan ini benar adanya sebagai bentuk keyakinan diri bahwa segala sesuatunya berlaku ketentuan Allah. Setiap manusia sudah dijamin Allah terkait kepemilikan rezekinya. Kesadaran ini harus dipupuk didalam hati bahwa rezeki yang sudah milik tidak akan lari, walau dalam perjalanan diserobot orang sekalipun, dia akan kembali diri kita.

Sesuatu yang telah menjadi milik kita pastilah bakal didapat, dan bila bukan milik kita apalagi dengan merebut dari orang lain dan dengan cara yang tidak baik, ya tunggu saja apalagi jika Allah tidak ridho, itu akan hilang dan bentuk dan besaran yang diambil paksa oleh Allah sehingga sering menyakitkan.

Langkah-langkah dikala kehilangan harus tertanam di hati seorang mukmin seperti segera berucap Innalillahi wa inna ilaihi Rajiun, untuk selalu ridho kala kehilangan dan keyakinan diri bahwa kalau sudah milik tidak kemana. Semisal contoh, 2 kisah dibawah ini :

Cerita 1

Saya orangnya pelupa dan barang yang sering tercecer atau hilang adalah dompet. Suatu hari sekembalinya dari membeli sesuatu, tiba dirumah saya mendapati dompet disaku celana raib. Langsung saya berucap “Innalillah wa Inna Ilaihi Rojiun”. Terlintas kala itu oleh saya kalau-kalau dompet itu dicopet atau terjatuh di jalan.

Pada saat hendak menyusuri jalan mencari dompet, pada saat yang sama saya harus menghadiri pengajian di mesjid dekat rumah. Kala itu ada 2 pilihan antara meneruskan mencari dompet yang hilang atau segera hadir di Mesjid.

Saya putuskan untuk hadir di Mesjid, sambil meyakinkan diri, kalo itu milik saya pasti akan kembali, Insya Allah. Saat hampir selesai menyimak pengajian, hp di saku bergetar, istri saya sms kalo ada seseorang yang menemukan dompet saya. Saya berpesan kepada istri untuk memberikan sesuatu sebagai balas jasa menemukan dompet saya kembali.

Alhamdulillah setibanya di rumah dompet saya kembali, saya cek semua kartu-kartu karena itu yang penting dan duit juga masih utuh, saya bergumam dalam hati jika keukeuh dengan pilihan pertama untuk mencari dompet dahulu dan menelantarkan pengajian, belom tentu saya akan mendapatkan dompet itu kembali.

Cerita 2

Pada cerita yang lain, saya ingin sekali memiliki apartemen kecil dengan tujuan untuk keperluan anak saya di kala kuliah. Kebetulan ada apartemen bersubsidi istilahnya rusunawa dekat universitas ternama di Jakarta. Akhirnya saya putuskan untuk mengambil apartemen 2 kamar di tower G dengan harga yang menurut kami terjangkau.

Saya lantas membayar DP 20 % dari harga apartemen dengan cara mencicil setiap bulan. Setelah DP dibayar saya pun disodori kontrak dan dijanjikan 1 tahun kemudian akan menerima kunci setelah apartemen selesai. Cukup senanglah saya saat itu akhirnya dapatlah apartemen yang diinginkan, apalagi upacara groundbreaking apartemen sudah dilakukan dengan meriah.

Selang beberapa bulan berjalan, Pengembang apartemen mendapat teguran karena permohonan izin pembangunan apartemen ditolak sehingga akan bermasalah bila pembangunan diteruskan. Sayapun bingung karena uang DP sudah disetor cukup banyak dan segera saya berucap Innalillahi wa Inna Ilaihi Rojiun.

Saya tidak tinggal diam setelahnya dan kebetulan saya dihubungi oleh teman-teman senasib untuk mengambil pengacara untuk memperkarakan hal ini kepada pihak pengembang. Mereka kebanyakan ingin agar uang yang telah dibayarkan itu kembali, termasuk juga saya, karena sudah tidak percaya lagi kalau apartemen itu jadi dibangun.

Pertemuan ke pertemuan bersama teman senasib beberapa kali dilakukan hingga akhirnya bubar karena mengerti pihak pengembang ini benar-benar bangkrut. Harapan saya untuk pengembalian uang DP juga sirna. Saya berucap biarlah kalau sudah milik uang itu tidak kemana.

Saat itu kemudian saya dapat tugas ke luar negeri dan sakit karena kehilangan uang itu sudah tidak saya hiraukan, saya membiarkannya. Hingga 5 tahun kemudian saya mengakhiri tugas di luar negeri kembali ke Jakarta dan mendengar berita gembira kalau pihak pengembang mengembalikan uangnya terkait perizinan sudah diperoleh.

Namun izin hanya diberikan untuk apartemen tidak bersubsidi sehingga harganya cukup mahal, dikala pengembang menawarkan agar saya meneruskan DP itu untuk membeli yang baru unit apartemen disana. Saya menolak dan beranggapan harganya sudah di luar budget. Selang sebulan pengembalian di proses dan saya mendapatkan kembali DP uang yang hilang 5 tahun yang lalu, dan berucap kalau sudah milik tak akan kemana.

Wallahu a’lam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s