Doa dan perbuatan baik penolak bala

750xauto-5-ular-berwarna-hitam-pekat-ini-keren-tapi-bikin-merinding-160811y

Kisah dari kitab Tanbihul Ghafilin

Diceritakan bahwa Nabi Isa As lewat disuatu dusun dan kebetulan didusun itu ada seorang warganya yang berprofesi sebagai penatu (tukang cuci). Penatu ini suka berbuat curang, suka membendung air dan air cuciannya telah membuat kotor kali yang mereka pakai juga bersama.

Masyarakat dusun kemudian mengadukan hal ini kepada Nabi Isa As dan berkata: Untuk itu sudilah kiranya engkau berdoa, supaya orang itu enyah dari dusun ini dan tiada kembali”

Lalu nabi Isa As pun berdoa memenuhi tuntutan masyarakat dusun tersebut. Didalam doanya ia berkata: Ya Tuhan, Suruhlah seekor ular berbisa yang dapat menghabisi nyawa penatu itu”

Alkisah, tukang penatu itu bekerja menuju kali untuk merendam pakaian dan kali ini ia membawa 3 potong roti bersamanya.¬† Sewaktu mendekati kali datanglah seorang ahli ibadah yang kemudian uluk salam dan berkata : Jika engkau membawa bekal makanan, berilah itu kepadaku, karena sudah sekian hari aku belum makan” .

Mendengar itu hati tukang penatu tergugah untuk memberinya sepotong roti, ahli ibadah itu lalu berdoa: Semoga Allah mengampuni dosamu dan mensucikan hatimu. Untuk potongan roti kedua dia juga berdoa: Semoga Allah mengampuni segala dosamu yang terdahulu dan yang kemudian. Dan untuk potongan roti ketiga iapun berdoa: Hai Tukang penatu, semoga Allah membangunkan sebuah gedung untukmu di surga. Setelah cucian selesai maka pulanglah iya ia kembali kerumahnya.

Dan masyarakat terkejut melihat ia dapat pulang dengan selamat, lalu hal itu disampaikan kepada Nabi Isa As. Nabi Isa As kemudian menemui Penatu itu dan berkata: Hai Tukang penatu amal kebaikan apakah yang kau lakukan pada hari ini, coba kau ungkapkan. Segera penatu itu menceritakan soal pertemuannya dengan ahli ibadah yang memberikan 3 potong roti kepadanya  dan mendoakannya 3 kali.

Nabi Isa melihat penatu itu membawa bungkusan dan memintanya untuk diserahkan kepadanya. Serahkan bingkisanmu itu kepadaku. Maka setelah diberikan dibukalah bingkisan itu, sontak keluarlah seekor ular hitam yang terbelenggu rantai. Nabi Isa As berkata: Hai ular hitam, bukankah engkau aku suruh menghabisi orang ini.

Jawab Ular : betul Ya Nabi Allah, namun tugasku terhalang oleh doa-doa ahli ibadah yang diamini oleh malaikat yang tegak disampingnya, hingga Allah mengutus seorang malaikat yang membelenggu diriku dengan rantai ini”.

Nabi Isapun kemudian berkata kepada penatu : Hai Tukang penatu, hari ini engkau telah diselamatkan, maka segeralah perbaiki amal perbuatanmu yang curang dan merugikan masyarakat itu, sekarang mulailah dengan amal-amal yang baik pastilah Allah mengampuni dosa-dosamu.

Wallahu a’lam

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s