Dakwah dalam lagu (2): Ilir ilir

Dakwah pada masa awal di tanah air utamanya yang dilakukan wali songo tidaklah dilakukan secara frontal, Dakwah lebih banyak mengikuti tanpa menghilangkan budaya lokal yang sudah berkembang berabad abad. Diantaranya melalui lagu seperti ilir ilir .

Jika ditelisik lebih jauh, ternyata lagu itu sangat efektif  digunakan sebagai metode dakwah. Dahulu mereka membuat syiar yang mudah ditangkap masyarakat awam saat itu dengan syair yang tidak langsung namun berisi kiasan sebagai bentuk nasehat bagi masyarakat.

Tingkat iliterasi masyarakat waktu itu menjadi pertimbangan bahwa pengajaran melalui lagu ini efektif untuk meresapkan ajaran Islam di hati masyarakat waktu itu.

Inilah penggalan lagu lagu ilir ilir  beserta maknanya:

“Lir-ilir, Lir Ilir , Tandure wus sumilir , Tak ijo royo-royo ,Tak sengguh temanten anyar, Cah Angon, Cah Angon , Penekno Blimbing Kuwi , Lunyu-lunyu penekno Kanggo Mbasuh Dodotiro, Dodotiro Dodotiro, Kumitir Bedah ing, pinggir , Dondomono, Jlumatono , Mumpung Padhang Rembulane, Mumpung Jembar Kalangane , Yo surako surak Iyo”

artinya kurang lebih seperti ini :

“Sayup-sayup, Sayup-sayup bangun (dari tidur). Tanaman-tanaman sudah mulai bersemi, demikian menghijau bagaikan gairah pengantin baru. Anak-anak penggembala, tolong panjatkan pohon blimbing itu, walaupun licin tetap panjatlah untuk mencuci pakaian. Pakaian-pakaian yang koyak disisihkan. Jahitlah benahilah untuk menghadap nanti sore. Selagi sedang terang rembulannya. Selagi sedang banyak waktu luang. Mari bersorak-sorak ayo”

maknanya adalah ilir ilir berarti bangun dengan maksud agar diri kita bangun dari sifat malas, bangun dari sifat buruk dan penyakit hati. makna tanaman disini adalah keimanan yang ditanamkan Allah  karena ltu dzikir harus dilakukan terus menerus sehingga kita dapat memetik buah makrifat atas izinNya. Temanten anyar berisi kondisi kaitan ghirahnya perkembangan Islam pada masa itu, karena islam sudah diminati masyarakat.

Makna selanjutnya adalah cah angon sebagai  simbol dari penggembala dikaitkan kemampuan diri dalam  mengendalikan nafsu nafsu. Penekno blimbing kuwi berisi isyarat untuk kita menunaikan kewajiban rukun islam yang disimbolkan blimbing suatu buah yang bersegi lima. Lunyu memberi arti bahwa  menjalankan rukun islam  itu sulit dan licin sebagai cara untuk menjadi takwa. Pakaian yang dicuci itu adalah pakaian takwa.

Dodotiro Dodotiro, Kumitir Bedah ing pinggir”,  Pakaian taqwa harus kita bersihkan, yang jelek jelek kita tinggalkan, perbaiki kehidupan dan akhlak kita, seperti merajut pakaian hingga menjadi pakaian yang indah ”karena sebaik-baik pakaian adalah pakaian bertaqwa kepada Allah.

Dondomono, Jlumatono, Kanggo Sebo Mengko sore maksudnya adalah bahwa Pakaian taqwa kita sebagai manusia biasa pasti terkoyak dan berlubang, untuk itu kita diminta untuk selalu memperbaiki dan membenahinya agar kelak kita sudah siap ketika dipanggil menghadap kehadirat Allah SWT.

suatu ketika kamu akan mati dan akan menemui Sang Maha Pencipta untuk mempertanggungjawabkan segala perbuatanmu didunia baik amal baik maupun amal buruk. Maka perbaikilah dan sempurnakanlah amalan kita agar kita selamat pada hari pertanggung jawaban kelak.

Wallahu a’lam

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s