Jaminan dan keberkahan rezeki sebuah Mesjid

al jihad medan

Prof Muhammad Asaad adalah rektor UISU. Baru baru ini  dia juga dibebani tugas sebagai pengelola mesjid Al Jihad di jalan Abdullah lubis di Medan.

Dulu katanya mereka kesulitan mencari dana untuk memenuhi keperluan mesjid ini. Dia harus membuat proposal minta sana sini mencari donatur dan sebagainya. Bahkan ia memberlakukan tarif parkir untuk menambah kas, namun hasilnya tidak memadai untuk memenuhi keperluan mesjid.

Mesjid Al jihad adalah mesjid terbesar di Medan dengan jumlah jamaah yang besar. Orang ke mesjid ini tidak hanya untuk shalat tetapi juga sebagai tempat melakukan kajian, belajar ceramah dan tempat beristirahat. Aktivitas dalam mesjid ini memerlukan dana yang besar.

Hingga kemudian dia memutar cara bagaimana mengatasi kekurangan dana tersebut. Dalam prinsip muamalah ia juga yakin bahwa tidak boleh mempersulit apalagi mengenakan bayaran atau meminta sumbangan kepada jamaah, termasuk untuk tarif parkir. Sebagai gantinya  Prof Asaad membuat kotak amal infaq dan sedekah di dekat halaman parkir dan didalam mesjid.

Dengan cara itu, jamaah dapat parkir sesukanya, halaman parkir dan mesjid dapat terus mendapatkan perbaikan, ada petugas yang digaji untuk mengatur dan menjaga kebersihan mesjid.

Setelah menerapkan sistem yang hanya mengandalkan kotak amal ini, sebulan kemudian ia mengecek dan bertanya kepada petugas parkir, berapa dana infaq yang diperoleh.

Dulu kata prof Asaad setiap mobil dikenakan parkir sebesar Rp 3000. Setelah sistem infaq ini rata rata perbulan yang diperoleh mencapai Rp 3 juta. Seringkali jamaah yang singgah mengisi  kotak infak di parkiran  Rp 100 rb, bahkan di kotak sedekah terkumpul lebih banyak. Kini saya malah bingung bagaimana mengelola dana infaq dan sedekah yang terkumpul hingga Rp 2 milyar pertahun kata Prof Asaad.

Sekarang mesjid Al jihad adalah tempat ibadah yang paling tinggi pelayanannya. Setiap orang bisa minum air kemasan secara gratis, bahkan mendapatkan kopi dengan air panas yang disediakan. Tempat wudhu dan parkir juga sangat luas. Mesjid juga wangi  dan karpet yang senilai ratusan juta rupiah. Anak anak belajar agama tiap sore dengan guru guru yang dibiayai sepenuhnya.

Yang lebih penting, manajemen mesjid tidak terpancing untuk membangun kemewahan gedung dan fisik, namun lebih pada pemenuhan kebutuhan dan kenyamanan jamaah. Sekarang mesjid ini dikenal dengan sebagai mesjid dengan kegiatan tertinggi di Medan, jauh melampaui Mesjid Agung propinsi Sumut yang dibiayai besar besaran oleh pemerintah.

itulah gambaran bagaimana Allah memberikan jaminan rezeki yang tidak terkira dan menyuburkan sedekah yang diperuntukkan bagi kemakmuran rumahNya.

Wallahu a’lam

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s