Takutnya kepada Allah menjadikan perkara haram menjadi halal

Wanita Bercadar beautiful_arabian_woman_beautiful__faces_by_gurbetruzgari-d5mxwpl

Pada masa Nabi Saw ada pencuri yang ingin bertobat. Dia duduk dalam majelis Rasulullah Saw bersama para sahabat di masjid Nabawi.

Suatu ketika dia mendengar  perkataan Nabi Saw :

Barang siapa meninggalkan sesuatu yang haram karena Allah, maka suatu waktu dia akan memperoleh yang haram itu dalam keadaan halal.

Dia tidak paham maksud kalimat itu, apalagi pembicaraan lebih lanjut yang melibatkan para sahabat yang tinggi ilmunya yang sangat jauh dari dirinya.

Akhirnya malam semakin larut, sang pencuri lapar. Keluarlah dia dari mesjid demi melupakan rasa laparnya. Beberapa langkah dari mesjid dia mendapati sebuah rumah yang pintunya terbuka, dan sontak naluri pencurinya muncul untuk mengambil kesempatan, namun segera terjadi pergolakan dalam hatinya yang menyurutkan pencuri itu mewujudkan  niatnya.

Namun tiba tiba muncul bisikan aneh : “Jika kamu tidak mencuri, keadaan rumah yang tidak terkunci itu akan mengundang pencuri lainnya untuk masuk, sebaiknya kamu masuk memberitahukan pemilik rumah untuk mengunci rumahnya”.

Dia kemudian beruluk salam, namun muncul suara lagi : “Hei pemuda, kalau ternyata sudah ada pencuri yang membuka, bila berucap salam tentu pencuri akan kaget dan segera bersembunyi, alangkah baiknya jika kamu masuk diam diam sehingga dapat memergoki dan menangkap basah pencurinya”.

Dari bisikan halus itulah akhirnya si pemuda melakukan hal hal selayaknya mencuri dengan masuk diam diam tanpa suara. Di telusurinya rumah itu dan dijumpainya meja penuh makanan, timbul keinginan untuk mengambil makanan karena desakan lapar, namun ia sadar dan urung untuk melakukannya.

Diapun bergerak ke beberapa ruangan dan terdengarlah suara mendengkur halus dari suatu kamar. “Ah ternyata penghuninya tertidur sampai lupa mengunci rumahnya” gumamnya.  Tanpa disadarinya dia bergerak memasuki kamar dan mendapati ada wanita cantik yang tertidur dan busana tidurnya tersingkap membuat hasrat dirinya muncul kepada wanita itu.

Melihat itu terjadi pergumulan batin yang kuat, keringat dingin mengucur dan jantung berdegup keras melihat kondisi wanita yang tergolek ditempat tidur. Namun kembali dia sadar dan dia tidak boleh melakukan itu karena ia sangat ingin bertobat. Segeralah ia balik badan dan langsung keluar dari rumah itu.  Alhamdulilah ucapnya.

Ia bergegas keluar rumah dan segera menutup pintu rumah dengan diliputi perasaan was was kalau kalau ada orang lain melihat perbuatannya memasuki rumah itu tanpa izin.  Sampailah ia kemudian dimesjid.

Sesampainya di Mesjid ia mendapati Nabi Saw sedang shalat, disudut ruang lainnya ada seseorang yang membaca Al Quran dan beberapa sahabat sedang berdzikir. Malam itu sangat dingin dan lapar kembali merasuki dirinya dan ia teringat pengalaman dirumah itu dan bersyukur ada pertolongan Allah sehingga dia urung melakukan perbuatan haram.

Dia akhirnya larut ikut menyimak seseorang yang membaca Al Quran, hatinya serasa lapang dan lupalah ia akan laparnya, dan badannya serasa segar. Cukup lama ia mendengar bacaan quran, hingga yang membacapun tertidur. Suasana berubah hening hingga tiba tiba ia tersentak mendengar orang memberi salam. Terlihat olehnya masuk seorang pria bersama seorang wanita sedang bergegas menemui tempat Nabi Saw yang sedang berdzikir.

Ia mengamati wanita itu dan ia mengenalinya… timbul gelisah dihatinya kuatir wanita itu pura pura tidur atau pria itu mengetahui perbuatannya saat mengendap dirumah wanita itu. Saat tamu itu berbicara dengan Nabi Saw, dirinya semakin panik dan ia mendengar wanita itu berkata: “Benar ya Rasulullah Saw, saya sangat takut pada saat itu saya bermimpi bahwa rumah saya kemasukan pencuri  dan pencuri itu berusaha memperkosa saya, ketika saya berontak ternyata itu hanya mimpi”.

Lanjutnya : “Saya terbangun dan melihat sekelilingnya dan mendapati rumah saya tidak terkunci. Maka saya segera menemui paman saya,  ya ini pria bersama saya saat ini dan meminta beliau mencarikan suami agar saya selalu terlindungi.  Lalu paman saya mengajak saya untuk menemuimu ya  Rasulullah Saw agar dapat memilihkan calon suami untuk saya.”

Nabi Saw lalu memandang sekeliling dan mendapati pemuda bekas pencuri yang masih terjaga, lalu ia berkata : Hai fulan karena tidak ada pria lain yang terjaga, kecuali engkau, maka aku tawarkan padamu, maukah kamu menjadi istri wanita ini?. Terkejut ia mendengar tawaran ini, tak lama iyapun mengangguk.

Setelah shalat subuh Nabi Saw kemudian mengumumkan hal itu dan meminta sahabat membantu proses pernikahan dan membantu pembayaran maskawin bagi pemuda itu.

Setelah pernikahan dilangsungkan barulah ia tahu makna perkataan nabi Saw: “Barang siapa meninggalkan sesuatu yang haram karena Allah, maka suatu ketika dia akan memperoleh yang haram itu dalam keadaan halal”.

Wallahu a’lam

(Dikutip sebagian dari Ketawa sehat barenag ahli fiqih karya Khaeron Sirin)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s