Rezeki bergantung seberapa baik perlakuanmu terhadap uang

IMG_2345

Ini ada tulisan menarik saya peroleh dari facebook bahwa bila kita memberlakukan apapun baik uang, makanan dan kegiatan dengan sepenuh hati tidak dengan nada meremehkan sudah tentu akan berdampak baik bagi diri kita. Tindakan sebaliknya akan berpengaruh buruk kepada diri kita. Ini ceritanya:

“Saya dulu termasuk tipe orang yang cuek terhadap uang. Saya taruh saja di tas atau dompet sekenanya, kadang saya kuwel-kuwel lalu masuk saku celana. Ujungnya yang terlipat saya biarkan, arah gambarnya simpang siur ditumpukan pun tidak saya hiraukan. Ah cuma uang, pikir saya. Dan saya memang tidak suka mengurusi detil-detil.

Tapi entah kenapa, akhir-akhir ini saya berubah sikap. Setiap dapat pembayaran dari klien, saya rapikan uangnya. Lipatan yang kecil sekalipun di ujung kertasnya, saya luruskan. Arah gambar saya samakan. Masuk dompet pun rapiiii…

Kalau toh misal saya gunakan transaksi lalu dapat uang kembalian yang kucel, sampai di rumah pasti langsung saya rapikan.

Ternyata, setelah saya memperbaiki cara saya memperlakukan uang, rezeki saya makin membaik. Uang kok sepertinya kerasan ikut saya. Tiap ada kebutuhan kok ya ada saja solusinya. Habis keluar, datang lagi gantinya. Alhamdulillaaahhh banget.

Kok bisa begitu? Mitos ya? Bukaaann, ini fakta 🙂

Beberapa waktu kemudian saya ikut acara sharing tentang Miracle of Syukur, diantaranya membahas tentang pentingnya kesadaran dalam beraktivitas, dalam memperlakukan benda, dan lain-lain. Sadar penuh, hadir utuh.

Misalnya, kalau kita sedang makan, maka makanlah dengan penuh kesadaran. Jangan disambi aktivitas lain. Fokus makan. Insyaallah badan akan sehat karena makanan terserap sempurna gizinya. Jangan berucap tidak baik kepada makanan sebagai penyebab naiknya kolesterol darah tinggi atau asam urat, namun masih dimakan juga. Karena korelasinya jelas makanan juga ingin berkontribusi pada kesehatan tubuh bukan dijadikan kambing hitam bila terjadi sesuatu kepada tubuh.

Atau saat kita hadir di sebuah acara, maka hadirlah utuh badan dan pikiran, simak dengan seksama acara tersebut, jangan disambi telponan, apalagi WA-an, maka kita akan mendapat ilmu yang bermanfaat dari acara tersebut.

Terlebih waktu sholat, lakukan dengan penuh kesadaran setiap gerakannya. Kalau kita benar-benar sadar penuh hadir utuh, InsyaAllah pikiran kita tidak loncat kemana-mana, fokus pada doa sepanjang sholat.

Nah, begitu pula dalam memperlakukan uang. Lakukan dengan penuh kesadaran, bahwa ini uang rezeki dari Allah, maka perlakukan dengan baik. Jangan dicuekin, apalagi diremehin. Tata yang rapi, rasakan tiap lembarannya dengan penuuuhh kesyukuran. Insya Allah rezeki kita akan bertambah dan bertambah. Bukankah Allah sendiri yang bilang, “Barang siapa yang bersyukur, maka akan Aku tambahkan nikmat-Ku…”

Dan syukur adalah wilayah “rasa”, bukan wilayah lisan.
Lisan mengucapkan, hati merasakan, sikap dan tindakan mengikuti.

Selamat menata uang yaaa 🙂
Semoga rezeki teman-teman semua diluaskan, halal dan berkah. Aamiin.

(https://www.facebook.com/groups/sumberkegembiraan/?multi_permalinks=1319846778050514&notif_t=group_activity&notif_id=1495805778496743)

Wallahu a’lam

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s