Serakah (tamak): arti ciri dan cara menghindarinya

552c85906ea83418618b4567

Arti

Menurut Bahasa – Tamak berarti rakus hatinya. Menurut Istilah: Tamak adalah cinta kepada dunia (harta) terlalu berlebihan tanpa memperhatikan hukum haram yang mengakibatkan adanya dosa besar.

Serakah dalam bahasa arab disebut tamak, yaitu sikap yang selalu ingin memperoleh sesuatu yang banyak untuk diri sendiri. Orang tamak selalu mengharap pemberian orang lain, namun dia sendiri bersikap pelit atau bakhil. Ia ingin mengumpulkan harta untuk kepentingan diri sendiri tanpa memperhatikan aturan.

Tamak termasuk salah satu penyakit hati yang tidak istiqamah kepada anugerah Allah. Jiwanya gelisah, hendak begini hendak begitu. Terhuyung ke kiri dan ke kanan, seperti pohon yang dihembus angin. Tamak adalah sifat manusia yang ingin memborong segalanya dan mengumpulkan semuanya. Tidak ada yang ia sukai, semuanya ia suka tanpa mau mengetahui apa gunanya. Milik yang ada di tangan orang pun disukainya, untuk itu ia akan berusaha memperolehnya. Sifat tamak itu juga menghilangkan rasa malu.

Al Gazali menyatakan bahwa orang yang bersifat serakah ada dua macam kondisinya yaitu serakah untuk dapat memiliki hak milik orang lain dan bersikap masa bodoh dengan yang lain untuk mendapatkan harta yang diidam-idamkannya.

Sifat serakah pada umumnya akan mengarah pada sifat tidak pernah puas dengan harta yang didapat, dirinya dipacu siang malam dalam mengumpulkan harta dan kesenangan dunia.

Allah melarang hambanya melakukan tindakan yang rakus, dan termasuk akhlak buruk terhadap-Nya, kerena perbuatan ini dapat menyebabkan seseorang lupa menyembah kepada-Nya, dapat berlaku kikir, memeras serta merampas hak-hak orang lain. Maka, agama Islam memberikan tuntutan kepada manusia, agar tidak terlalu mengejar nafkah yang seharusnya bukan ia yang pantas memilikinya.

Selain tidak iman terhadap qadha dan qadar Allah, orang yang tamak ini juga akan menanam benih hasud terhadap orang lain. Dalam Al-Qur’an, banyak terdapat keterangan masalah rakus atau tamak, antara lain pada surah Al-Baqarah ayat 96 yaitu :

Firman Allah :  “Dan sungguh kamu akan mendapati mereka, manusia yang paling loba kepada kehidupan (di dunia), bahkan (lebih loba lagi) dari orang-orang musyrik. Masing-masing mereka ingin agar diberi umur seribu tahun, padahal umur panjang itu sekali-kali tidak akan menjauhkannya daripada siksa. Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.” (QS. Al-Baqarah : 96)

Orang yang tamak akan menghimpun kekayaan dunia dan sukar untuk berbuat amal kebajikan.

Rasulullah Saw bersabda, “Kalaulah Allah kurniakan anak adam dua lembah daripada emas, nescaya dia hendak tiga lembah. Sesekali harta itu akan dapat memuaskan hawa nafsunya melainkan setelah dimasukkan ke dalam tanah(mati)”

Ketamakan terhadap harta hanyalah akan menghasilkan sifat buas, laksana serigala yang terus mengejar dan memangsa buruannya walaupun harta itu bukan haknya. Fitrah manusia memang sangat mencintai harta kekayaan dan berhasrat keras mendapatkannya sebanyak mungkin dengan segala cara dan usaha.

Ciri-cirinya Tamak.

  1. Sangat mencintai harta yang telah dimiliki.
  2. Terlalu bersemangat dalam mencari harta sehingga tidak memperhatikan waktu dan keadaan sekeliling
  3. Terlalu hemat dalam membelanjakan harta
  4. Merasa berat untuk mengeluarkan harta kegunaan untuk kepentingan agama maupun manusia.
  5. Semua perbuatannya bergantung kepada ganjaran
  6. Tidak memikirkan kehidupan di akhirat
  7. Cinta dunia
  8. Bodoh dalam memahami arti hidup bermasyarakat, yang di dalamnya ia berkewajiban saling menolong, bukan saling iri hati antara sesama.
  9. Tidak mengimani qadha dan qadar Allah atas nasib dirinya, sesuai dengan kadar usahanya.
  10. Selain penyebab diatas, tamak juga disebabkan tidak pernah merasa puas dengan apa yang dicapainya, menginginkan seperti apa yang didapat orang lain, berangan-angan tidak sesuai dengan kemampuannya.

Cara menghindarinya

Untuk menghindari sifat tamak dapat dilakukan antara lain :

  1. selalu meminta pertolongan Allah supaya dijauhkan dari sifat serakah,
  2. Sederhana dalam kehidupan.
  3. Jangan merasa cemas berlebihan terhadap kejadian di masa datang,
  4. Bersyukur dan puas terhadap apa yang dimiliki.
  5. meneladani orang-orang yang mulia yang mampu menjauhi sifat serakah, dan melihat orang yang keadaannya lebih miskin.

(Disalin dari : http://www.bacaanmadani.com/2017/01/pengertian-tamak-rakus-dan-ciri-cirinya.html)

Wallahu a’lam

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s