Berzakat sebelum jatuh tempo (haul)

zakat-adalah-pembersihan-harta-_140708160700-569

huruf-b-mdBerzakat khususnya harta umumnya dibayarkan setiap tahun untuk harta yang sudah mencapai  nisabnya. Namun ada pertanyaan bolehkah zakat dibayar sebelum waktunya atau haulnya ?

Ada 2 pendapat dalam masalah ini:

Pertama, pendapat Malikiyah dan Zahiriyah. Mereka melarang membayar zakat sebelum haul. Karena zakat adalah ibadah yang tidak boleh ditunaikan sebelum datang syarat wajibnya.

Kedua, pendapat jumhur ulama. Mereka membolehkan  membayar zakat sebelum berlalu satu tahun (haul). Karena zakat adalah kewajiban bagi harta, sehingga boleh disegerakan sebagaimana bolehnya menyegerahkan pembayaran utang sebelum jatuh tempo.

Dan inilah pendapat yang kuat, dengan alasan,

Pertama, riwayat bahwa paman Nabi Saw, yaitu Abbas bin Abdul Muthallib pernah menyegerakan pembayaran zakatnya sebelum haul.

Ali bin Abi Thalib Ra  bercerita,أَ

Abbas pernah bertanya kepada Rasulullulah Saw tentang hukum menyegerakan zakat sebelum haul. Lalu beliau memberikan keringanan akan hal itu. (HR. Turmudzi 680, ad-Darimi 1689 dan dihasankan al-Albani)

Dalam riwayat lain, juga dari Ali Ra, bahwa Nabi Saw pernah berpesan kepada Umar Ra

Saya telah menarik zakatnya Abbas, tahun kemarin untuk tahun ini. (HR. Turmudzi 681 dan dihasankan al-Albani).

Setelah ad-Darimi menyebutkan hadis di atas, beliau mengatakan, Saya mengambil pendapat ini, dan saya berpendapat, boleh menyegerakan zakat. (Sunan ad-Darimi, 5/107)

Saya sendiri terus terang sangat menyukai berzakat sebelum haul dengan pertimbangan membayar zakat sebelum haul relatif lebih mudah dikeluarkan karena jumlahnya tidak begitu besar daripada mengumpulkan dalam setahun. Setiap pendapatan yang diperoleh karena saya sebagai pegawai, maka secara rutin langsung disisihkan 2,5 % sehingga pendapatan yang diterima akan bersih.

Manusia pada intinya suka hitung menghitung. dikala dilihatnya harta yang harus dizakatkan setahun sekali itu dalam jumlah besar, maka butuh disiplin kuat dalam diri. Bila zakat yang dikeluarkan besar sudah tentu muncul sifat ke tidak relaan  diri dan apalagi kebutuhan manusia juga cenderung bertambah dan dikhawatirkan orang itu urung berzakat.

Akan lain jadinya kalau zakat dilakukan sebelum haul, toh dengan penghasilan seseorang yang sudah tetap seperti pegawai atau karyawan sudah tentu dapat menghitungnya berapa zakat yang harus dibayar dalam setahunnya maupun per bulannya. Bahkan seorang pedagang dengan hitungan harian juga dapat berzakat secara teratur per hari sesuai keuntungan yang didapatnya.

(https://konsultasisyariah.com/28051-membayar-zakat-sebelum-haul.html)

Wallahu a’lam

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s