too-handsome

index Cerita ini ada di medsos dan sangat menggugah bagaimana cara dakwah seorang kiyai untuk menyadarkan seorang yang banyak dosa. Kisahnya sebagai berikut:

KH Ali Yahya Lasem terkenal tampan, tegap dan atletis. Bila sorban dan kopiah dibuka dia mirip bule dan banyak wanita terpesona.

Suatu hari beliau dapat undangan pengajian di Jepara. Di lampu merah mobil berhenti dan saat itu Kyai Ali duduk disamping supir dan melepas sorban dan kopiah yang dipakainya. Tiba tiba ada seorang wanita muda seksi menghampirinya. Wanita penghibur itu mengira bahwa pria di mobil itu adalah turis yang membutuhkan teman kencan.

Malam om ” Ujar wanita itu. “Malam ” jawab Kyai Ali. “Boleh ikut om?” . Jawab Kyai Ali Yahya : “boleh boleh silahkan masuk”. Wanita muda itu bergegas masuk pintu langsung ditutup dan mobil jalan kembali.

Didalam mobil wanita itu berkata: “Mau kemana om, butuh aku gak? aku temeni sampai pagi ya?”. Kyai Ali  menjawab dengan tenang sambil mengenakan kembali sorban dan kopiahnya :”Iya ni saya mau ngaji di Jepara, ndak apa apa silahkan ikut saja”.

Wanita itu sontak kaget dan sadar kalau dia salah mangsa: “Oh jadi Bapak ini Kyai ya?”. Kyai Ali lucu mendengarnya dari panggilan om berubah menjadi Kyai. “Maaf kyai saya bener bener tidak tahu?” lanjut wanita itu yang semakin salah tingkah, pucat dan ketakutan.

Tapi Kyai Ali santai dan berkata :” oh ndak apa apa, santai saja Mbak, sekali kali ikut pengajian bagus itu.” Wanita itu langsung menjawab: “Ndak usah Kyai, saya turun disini saja. Enggak bisa, pokoknya harus ikut. Tadi sampeyan bilang mau ikut, ya harus ikut.” Jawab Kyai.

Tapi saya kan gak pake jilbab Kyai ?.. ” Gampang itu nanti tak pinjem jamaah.  ” Tapi saya malu Kyai?. Lho sampeyan jadi pelacur gak malu, kok kepengajian malah malu piye to?.Saya takut kyai? kyai menjawab : “Gimana ini tadi bilang malu sekarang takut he he”

Dengan bijak Kyai Ali menenangkan :’ “sudahlah santai saja”. Mobil terus berjalan dan akhirnya sampai di tujuan. Suasana pengajian sudah ramai, gegap gempita panitia menyambut Kyai Ali.

Begitu turun Kyai Ali menghampiri jamaah ibu ibu,”Maaf bu, bisa pinjam jilbabnya. Ini lho, Bu Nyai lupa bawa jilbab”. Dalam hati jamaah ibu ibu itu heran masa bu Nyai lupa berjilbab. Tapi akhirnya di jawab ” Sebentar saya ambilkan ” Wanita itu bergegas pergi dan tak lama kembali dan menyodorkan jilbab di dalam mobil dan langsung dipakai oleh sang wanita.

Setelah rapi wanita itu turun dari mobil… Masya Allah langsung diserbu jamaah ibu ibu untuk mencium tangannya. “Ngalap berkah ” kata mereka. Ia langsung dipersilahkan masuk, dijamu dan dilayani sebagaimana Bu Nyai. Ada haru campur malu menyelinap dihatinya dan membuatnya menjadi pucat karena mendapat kehormatan yang demikian besar menjadi ibu Nyai dadakan.

Pengajian pun di gelar dan Kyai Ali menjadi penceramah yang menyampaikan materi ringan tapi dalam maknanya. Usai acara bu Nyai dadakan di persilahkan untuk menikmati jamuan dan ibu ibu mohon di doakan keberkahan dari ibu Nyai. Bu Nyai dadakan kaget setengah mati, sudah lama dia tidak berdoa. Untungnya dia masih ingat doa mau makan yang dihafalnya sejak kecil. “alhamdulilah selamat” ucapnya dalam hati.

Sebelum pulang jamaah ibu ibu bergantian mencium tangannya dan mengantar Nyai dadakan itu masuk mobil.

Selama perjalanan wanita itu menangis sesenggukan dengan air mata bercucuran. Kyai Ali membiarkan hingga reda. Setelah suasana agak tenang Kyai Ali menasehati ,” Apakah sampeyan tidak melihat dan berpikir tentang bagaimana orang orang tadi memberlakukanmu, menghormatimu, mengerumunimu, mengantarkanmu dan rela juga antri hanya untuk dapat mencium tanganmu satu demi satu bahkan minta berkah doa darimu, padahal tahu sendiri kamu itu siapa?

Kembali wanita itu menangis dan teringat perbuatan dosa yang dilakukan. Tetapi Allah menutup aibnya, Allah masih sangat menyayanginya.

“Hari ini ” Lanjut Kyai Ali” Sampeyan dapat nasehat yang paling berharga selama hidupmu, maka segeralah bertobat mohon ampun kepada Allah. Jangan sampai nyawa merenggut sebelum tobat ” Tangisan kian deras dan Kyai Ali membiarkannya.

Sambil terisak wanita itu berkata:” Terima kasih Kyai atas nasehatnya dan berkah atas kejadian ini. Mulai hari ini saya tobat dan berhenti dari pekerjaan ini. Sekali lagi terima kasih.

Wallahu a’lam

 

Advertisements