Nabi Idris AS

letterK_carta_12665 Kisah persahabatan nabi Idris AS dan malaikat maut adalah tentang kematian, perjalanan bersama malaikat maut ke neraka dan surga dan kiat beliau meninggalkan sandalnya di surga yang menjadikan hal itu alasan baginya untuk meminta kembali ke surga dan berkeras menetap disana selamanya.

Kisah Nabi Idris ini ada didalam Al Quran pada surat maryam 56-57 :

Firman Allah: Ceritakanlah kepada mereka tentang kisah Idris dalam kitab Al Quran…

Dikisahkan bahwa Nabi Idris AS diangkat ke surga adalah berkat amal taat yang dilakukan beliau setiap hari dan malamnya. Hal itu membuat kagum sang malaikat maut dan sangat merindukan untuk bertemu Nabi Idris As.

Keinginan itu disampaikan kepada Allah dan meminta izin agar dapat berjumpa dengan Nabi Idris As. Kemudian dia datang menyerupakan manusia dan segera beruluk salam saat berjumpa dengan Nabi Idris. Saat itu Nabi Idris sedang berpuasa setahun terus menerus. Saat berbuka dilihatnya malaikat datang dengan makanan surganya, begitulah setiap hari.

Malaikat maut sebagai tamunya di minta untuk ikut menyantap hidangan itu, namun malaikat maut menolaknya. Setelah bersantap malaikat maut melihat ketaatan nabi Idris sepanjang malam dengan melaksanakan shalat dan duduk hingga menjelang fajar. Melihat ketaatan yang demikian malaikat tambah kagum.

Malaikat maut  kemudian bermaksud mengajak nabi Idris untuk berjalan bersamanya untuk tujuan untuk dapat mengobrol lebih jauh terkait ketaatan Nabi Idris tersebut. Nabi Idris kemudian diajak ke sebuah ladang dan meminta izin untuk dapat memetik beberapa buah disana untuk disantap bersama. Nabi Idris As berujar : Subhanallah kemarin aku mengajakmu berbuka dengan makanan halal, kini engkau mengajakku dengan makanan haram?

Perjalanan keduanya tidak terasa hingga 4 hari lamanya banyak hal yang menyimpang dilakukan malaikat maut yang itu menjadikan nabi Idris As bertanya tanya.

Nabi Idris As bertanya : Siapakah dirimu sebenarnya sahabat ?  Jawab malaikat maut: Aku adalah malaikat maut . Idris berkata : Engkau yang biasa mencabut nyawa itu ?.   Jawab Malaikat maut : tepat . Nabi Idrispun berkata: jadi selama 4 hari bersamaku tentu sudah banyak nyawa yang engkau cabut? malaikat maut menjawab : Ya banyak nyawa manusia yang aku cabut.

Nabi Idris tersadar mengapa malaikat maut sudah menjumpainya terbayang kematian didepan matanya. Dengan tenang ia berkata : Hai malaikat maut kehadiranmu untuk mencabut nyawaku atau sekedar berziarah?. Malaikat maut menjawab : Aku sekedar Ziarah. Legalah Nabi Idris mendengar penuturan malaikat maut itu.

Nabi Idris berkata lagi: Terkait dengan tugasmu itu maukan kau membantuku?. Nabi Idris kemudian mengutarakan kalau dia ingin di cabut nyawanya dan ingin mengetahui bagaimana rasa pedihnya maut itu. Malaikat maut menjawab: Tidak berani Idris, setiap orang yang kucabut nyawanya semua atas izin Allah.

Maksud dan keinginan Nabi Idris itu kemudian di dengar oleh Allah dan mengizinkan malaikat maut untuk memenuhi keinginan nabi Idris tersebut.  Malaikat mautpun melaksanakan tugasnya dan mencabut nyawa Idris, maka wafatlah nabi Idris.  Malaikat mautpun menangis, merendahkan diri kepada Allah dan memohon agar nabi Idris di hidupkan lagi.

Permohonan itu kemudian dikabulkan Allah. Saat hidup malaikat maut bertanya kepada Idris soal rasa pedihnya maut dan dijawab :

“Sungguh sangat pedih rasanya, seperti hewan dikuliti (lulangnya dikupas) dalam keadaan hidup dilipatkan 1000 kali pedihnya. Malaikat maut terkejut mendengar penuturan Nabi Idris dan berkata: Padahal aku mencabut rohmu penuh dengan kehalusan, bahkan belum pernah aku lakukan yang demikian ini kepada siapapun”.

Tidak cukup dengan permohonan terkait pedihnya maut itu, nabi Idris mengajukan permohonan lainnya kepada malaikat maut untuk mengajaknya ke neraka jahannam. Malaikat maut menjawab : Aku tidak berani ya Idris tanpa idzin Allah. Sekali lagi keinginan Idris AS itu terdengar oleh Allah dan mengizinkan malaikat maut untuk mengantar nabi Idris berkeliling ke neraka jahannam. Dalam neraka jahannam dia melihat aneka alat dan siksaan kepada orang murtad seperti rantai belenggu belenggu, hewan, ular, kala, api kayu dan air mendidih yang disediakan untuk mereka.

Nabi Idris setelah melihat itu mengajukan permohonan lain agar dapat melihat surga. Allahpun mengijinkan malaikat maut untuk mengajak nabi Idris berkeliling surga. Didalam surga Nabi Idris melihat aneka kenikmatan, kerajaan besar, banyaknya karunia dan aneka pohon berikut buah buahan yang lezat.

Setelah melihat semuanya Nabi Idris berkata: Hai sahabat, rasa pedihnya maut sudah kurasakan, aku telah melihat neraka jahannam, maka sudilah kiranya engkau berdoa agar aku dapat diizinkan memasuki surga dan meminum airnya untuk melenyapkan rasa pedihnya maut dan terkejut melihat siksaan di neraka jahannam.

Permintaan Nabi Idris AS itupun sekali lagi diizinkan Allah untuk memasuki surga namun setelah itu harus segera keluar. Nabi Idris kemudian meletakkan sandalnya di bawah pohon surga (https://perkarahati.wordpress.com/2017/07/28/kisah-sandal-3-sandal-nabi-idris-yang-tertinggal-di-surga/) .

Saat keluar dari surga sandal itupun dijadikan alasan olehnya agar malaikat maut mengijinkan nabi Idris untuk kembali ke surga. Saat Nabi Idris masuk lagi itu, Dia berketetapan untuk menetap disurga dan malaikat maut menjawab : Hai Idris keluarlah. Jawab Idris : Aku tidak akan keluar, sebab Allah telah berfirman :

Setiap jiwa pasti merasakan pedihnya maut (Ali Imran 185)

(Dari kitab Duratun Nasihin)

Wallahu a’lam

Advertisements