4e9a1680d554cbc55de2fc6f5bbc3be0

Ketenangan akan membawa kesenangan, namun kesenangan tidak semua membawa pada ketenangan

Ketenangan adalah hal yang paling sulit dijumpai di masa sekarang ini ditengah orang berlomba lomba memenuhi kebutuhan hidup, sibuk dengan berbagai kesenangan dunia yang dianggapnya sabagai solusi untuk menjadikan dirinya tenang.

Namun semua kesenangan yang diperoleh itu tidak jua membawa ketenangan yang ada malah sebaliknya, padahal sudah banyak biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan ketenangan itu. Akhirnya ketenangan bagi masyarakat modern saat ini menjadi hal sangat diimpikan melebihi kekayaan, pangkat dan jabatan serta popularitas lainnya.

  • Seberapa banyak orang yang kaya tidak dapat mencapai ketenangan yang membuat dirinya menderita walau bergelimang harta.
  • Seberapa banyak orang yang sudah mencapai puncak jabatan dan kekuasaan juga hatinya diliputi perasaan was was dan gelisah apalagi bagi yang mendapatkannya dengan cara yang tidak baik.
  • Seberapa banyak orang yang dipuncak solidaritas banyak yang depresi jauh dari ketenangan dan akhirnya bunuh diri.

Dari  contoh diatas bila seseorang disuruh memilih antara ketenangan dan kekayaan, bila dirinya jujur sudah pasti memilih ketenangan. Karena itu ketenangan itu mahal dan tidak bisa dibandingkan dengan kekayaan seberapapun besarnya.

Kesenangan berbeda dengan ketenangan, secara sepintas orang sering menafsirkan dua hal ini sebagai hal yang sama.  Kesenangan lebih mengacu kepada kecenderungan atau nafsu manusia dalam hal memenuhi kebutuhan duniawi.

Namun kesenangan itu bukanlah yang tabu untuk diperjuangkan Nabi Saw sendiri juga menyatakan sendiri bagaimana kesenangan beliau kepada wanita, parfum dan kesenangan saat beliau melakukan shalat.

Sabda Nabi Saw : ”Tiga hal dari dunia kalian ini menjadi kesukaanku (kecintaanku), kaum wanita, parfum dan kesejukkan mataku ketika shalat.” 

Berbeda dengan ketenangan dimana pencapaiannya lebih banyak pada kesadaran kita untuk lebih banyak tahu diri tentang keberadaan kita sebagai hamba. Ketenangan serupa itu akan menjauhkan diri dari sifat tidak tentram seperti cemas gundah dan galau karena orang yang beriman akan sadar dan yakin bahwa:

  • Allah  telah menyiapkan pedoman hidup melalui Al Quran dan sunah Nabi Saw sehingga hidupnya penuh percaya diri dan tidak ragu ragu,
  • Allah telah menetapkan rezekinya,sehingga dirinya tidak akan mencari harta dengan cara cara merebut hak orang lain.
  • Allah selalu mengawasi sehingga pantang bagi dirinya untuk bermaksiat,
  • Allah tidak akan menyianyiakan amal perbuatannya dan selalu sadar bahwa dirinya hidup pada kenyataan dan jauh dari pencapaian keinginan dan angan angan
  • Allah selalu mencukupkan bekalnya sehingga siap untuk menghadapi kematian dimana semua orang pasti mengalaminya.

Ketenangan seorang mukmin demikian sudah tentu akan lebih banyak memikirkan segala sesuatunya dikaitkan kepada Allah yang maha pencipta dan bukan kepada selain Allah. Perbuatan itu sudah pasti menjadikan hatinya hadir untuk terus selalu  mengingat Allah sesuai firmannya:

Allah berfirman,“Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan berzikir (mengingat) Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram” (Qs. ar-Ra’du: 28).

Bagai orang beriman Kesenangan dunia akan dilihatnya pertama hanya sebagai alat semata bukan tujuan seperti dia bekerja mendapatkan kekayaan digunakan untuk memudahkan dia beribadah kepada Allah.

Kedua bahwa kesenangan dunia itu adalah hal yang menipu.  Sifatnya yang fana terlihat dari kesenangan adalah tidak pernah habis dan puas untuk diburu, namun pada akhirnya ada titik jenuhnya, cepat bosan dan bila tidak dapat mengontrolnya akan menyengsarakan.

Firman Allah : Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu” (al-Hadîd : 20).

dan ketiga kesenangan dunia hanyalah senda gurau semata, sehingga tidak perlu dianggap serius.

Firman Allah : Kehidupan dunia ini hanyalah main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertaqwa. Maka tidakkah kamu memahaminya ? [al-An’âm: 32]

Dari ketiga pandangannya itu terhadap dunia, maka mereka tidak pernah terpenjara dan diperbudak dunia karena di hatinya selalu muncul kepuasan terhadap apa yang diberikan Allah kepadanya. Ketenangan serupa ini hanya didapat dari orang yang selalu bersyukur, qonaah dan wara’.

Oleh karena itu menjadi benar bila ketenangan akan membawa pada kesenangan, namun tidak semua kesenangan itu akan membawa pada ketenangan.

Wallahu a’lam

 

 

Advertisements