bosanska-kahva-page

Terus terang saya bukan penikmat kopi…namun kala di jakarta saya juga pemilih hanya mau kopi buatan ob saya di kantor namanya usman kopinya enak dan takarannya pas sampai saya ga pernah nanyakan resep buatnya gimana.

Namun sejak di Bosnia, setelah melihat budaya ngopi begitu marak saya secara gak sadar setiap pesan minum selalu minta kopi Bosnia. Awalnya sempet ragu karena saya pernah kapok tidak mau minum kopi turki karena rasanya pahit dan dicampur rempah seperti kapulaga kebayang kan gimana rasanya.

Kala awal minum saya diingatkan kalau kopi bosnia ini beda dengan kopi Turki “cobain deh pasti nagih”kata seorang temen saya kala ngajak ngopi di kota tua bascarsija sarajevo.

Bener juga saya pesen kopi Bosnia…dari deretan harga kopi di daftar menu, kopi ini palng murah hanya 2 Km (1 Euro) dibanding kopi espreso dan capucino.”.lbh murah masak si rasa lbh enak” gumam saya

Keluar senampan kopi berisi ceret kecil cangkir kosong didalamnya ada 2 gula briket sebuah lokum penganan khas bosnia dan segelas air putih. Saya melirik pesanan temen yg memesan secangkir capucino biasa az gak seribet pesenan saya.

Saat mau minum kopi saya terdiam sejenak gimana cara minumnya. Teman saya peka melihat kebingungan saya. Dia lalu jelaskan ambil ampas kopi yang ada diatas cerek dengan sendok masukkan ke dalam cangkir setelah gula dikeluarkan. Setelah bersih dari ampas tuangkan kedalam cangkir secukupnya. Kopi siap di minum, tapi eit nanti dulu ada ritual lg sebelum di minum yaitu ambil gula lalu gigit taruh dilidah dan secara bersamaan teguk kopinya biar tidak berasa pahit. Betul juga nikmat rasanya.

Ceret kecil itu bernama dzesve terbuat dari tembaga. Perbedaan nyata kopi bosnia dan turki adalah ceret kecil di Turki ada di dapur tapi di bosnia dihidangkan langsung. Ada 2 kelebihan hidangkan ceret lsng pertama ceret kala dimasukkan air panas dapat memisahkan kopi dan ampasnya sehingga kala meminum tidak tertelan pahit dan ampasnya tidak mengganggu dimulut.

Kedua kita dapat menikmati kopi terus hangat karena satu ceret berisi 3 cangkir dan kala menikmatinya cukup dituangkan secangkir secangkir. Dengan ritual begitu kebayang minum kopi di Bosnia bisa jam jaman. Buat saya yg bokis minum kopi bosnia untung banyak sdh harganya paling murah dapat penyajian maksimal dengan piranti dan lokum penganan khas yg manis banget senampan he he.

Kala awal tidak pesen kopi saya selalu minta teh. Enaknya kalau di resto Turki tehnya selalu gratis dihidangkan kala kita menuntaskan makan, praktis dengan gelas kecil. Terus bagaimana dengan Teh Bosnia eh ternyata ribet juga. Kala menyajikan teh saringan teh yg biasanya di dapur ikutan saat dihidangkan di nampan.

Tapi ini menarik keribetan ritual dalam penyajian kopi dan teh di Bosnia ternyata  tidak menyurutkan kita menyukainya, apalagi dizaman serba praktis dan instan ini. Hal itu justru memberi kesan penghargaan akan ritual sebuah minuman dan itu menjadi elegan.

Dobro Jutro selamat pagi selamat beraktifitas

Wallahu a’lam

Advertisements