2 sebab orang malas berdoa menurut Sheik Abdul Qadir Jailani

BERDOA

Sheikh Abdul Qadir Jailani mengatakan dalam kitab Futuhul Ghaib bahwa seseorang menjadi malas dan urung untuk berdoa terkait kepada 2 hal yaitu :

1. Semua perkara sudah ada ketentuanNya

Adakalanya seseorang tidak meminta apa-apa kepadaNya, dengan pemahaman toh segala sesuatu itu telah ditetapkan oleh Allah. Diminta atau tidak diminta, sesuatu itu pasti datang. Jika perkara itu tidak ditetapkan untukku maka itu tidak akan kudapatkan, sekalipun aku memintanya.

Janganlah berkata begitu, sebagai hamba Allah teruslah berdoa sesuai beberapa ayat Al Quran di bawah ini :

Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina”.(Al Ghafir:40)

Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebahagian kamu lebih banyak dari sebahagian yang lain. (Karena) bagi orang laki-laki ada bahagian dari pada apa yang mereka usahakan, dan bagi para wanita (pun) ada bahagian dari apa yang mereka usahakan, dan mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

Banyak hadis Nabi yang tetap menganjurkan agar orang beriman untuk selalu berdoa.

Sabda Nabi : Mohonlah kepada Allah dengan sepenuh keyakinanmu itu, bahwa permohonanmu itu akan  diterima oleh Allah.

Sabda Nabi : Berdoalah kepada Allah dengan menengadahkan tanganmu.

Berdasarkan ayat-ayat dan hadist itu, tetaplah berdoa. Karena do’a itu pada hakekatnya adalah refleksi dari penghambaan dan kehinaan seorang hamba yang sangatlah wajar untuk selalu menggantungkan permintaan apapun kepada Tuhannya, tidak kepada selain Allah.

Oleh karena itu orang yang tidak mau berdoa adalah wujud kesombongan dan melupakan jati dirinya sebagai hamba atau obyek Allah.

2. Doa yang tidak terkabul

Dalam hal ini seseorang biasanya berkata: Sesungguhnya aku telah meminta kepada Allah, namun Dia tidak memperkenankan permintaanku, maka sekarang aku tidak mau lagi memohon kepadaNya.

Jika suatu perkara yang diminta Allah dipenuhi memang akan memperkokoh keimanan dan keyakinan seseorang kepada Allah termasuk kesadaran akan keesaan Allah. Hal ini akan melatih seseorang untuk terus memohon hanya kepada Allah bukan selain Dia.

Namun sebaliknya sering terjadi, doanya tidaklah dikabulkan, walau sangat keras ikhtiarnya untuk terus berdoa dan meminta kepada Allah.  Dipihak lain orang yang jarang berdo’a atau biasa-biasa saja malah sering terlihat oleh dirinya malah mendapat karunia Allah terpenuhi permintaannya.

Janganlah begitu, tetaplah berdoa. Jika perkara tidak diperuntukkan kepadamu, jika diri tetap miskin, maka Allah akan mengaruniakan rasa cukup, rasa gembira walaupun dalam keadaan miskin.

Contoh lainnya, Jika berhutang, Allah akan berupaya melunakkan hati pemberi hutang, karena sesungguhnya Dialah pemilik hati. Dengan begitu pemberi hutang tidak mendesak dan menekan, malah memberikan keringanan atau bahkan menghapuskan hutangnya.

Yakinlah bahwa Allah tidak menyia-nyiakan doa seseorang. Seseorang pasti mendapatkan apa yang menjadi permintaannya, jika tidak didunia, maka diakhirat kelak seseorang akan mendapatkannya.

Nabi Saw bersabda: Bahwa di hari perhitungan kelak, orang beriman akan melihat didalam catatan perbuatannya beberapa perbuatan baik yang tidak dilaksanakan dan ia sendiri tidak menyadarinya. Ia akan ditanya: Kenalkah kamu dengan perbuatan itu? Aku menjawab : Aku tidak tau darimana datangnya ini? Maka dikatakan kepadanya:  Sesungguhnya ini adalah kebiasaan doamu yang kamu lakukan didunia dulu, dan dengan kamu berdoa, kamu selalu ingat kepadaNya, mengakui keesaanNya.

Begitulah bahwa Allah akan meletakkan sesuatu kepada tempat semestinya, dan memberi seseorang atas apa yang pantas diberikan kepadanya. Tidaklah sia-sia amalan walau sebiji zarah itu dilakukan pasti ada balasannya.

Dengan berdoa, seseorang akan berupaya dari dalam dirinya sendiri untuk membuang kebanggaan dan kesombongan diri. Dan itu adalah perbuatan baik dan memiliki balasan disisi Allah yang maha Gagah lagi maha Agung.

Wallahu a’lam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s