jabat-tangan-_160715110425-879

Indah sekali hubungan Muamalah dalam Islam yang mengatur segala sesuatunya hingga detail dalam keseharian kita. Secara umum ada 4 kata yang menurut saya ajaib namun sering dilupakan untuk meneguhkan silaturahmi. Ucapan ini bila sering dilakukan akan memunculkan sikap  respek dan penghargaan orang lain dan juga kemuliaan bagi yang melaksanakannya. 4 kata itu adalah salam, tolong, terima kasih  dan maaf.

1. Salam

Salam dalam sapaan bisa bermacam macam biasanya dengan mengucapkan selamat pagi, selamat malam, Hai, halo  dan ucapan lain untuk memulai sapaan kepada orang lain.  Sapaan dalam dalam Islam yang kita kenal adalah mengucapkan Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh artinya “semoga keselamatan, keberkahan, dan kasih sayang (rahmat) dari Allah SWT menyertai kamu kalian”.

Kata ini memiliki makna yang mulia  dari salam itu dan mengapa kemudian menjawab salam itu menjadi wajib bagi yang menerimanya. Menyapa lebih dulu adalah wujud kebesaran hati untuk menghargai keberadaan sesama manusia sebagai ciptaan Allah SWT.

Menyapa lebih dulu banyak disiratkan orang akan merendahkan wibawa kita, padahal kenyataannya tidaklah demikian. Banyak manfaat dari menyapa lewat salam yang akhirnya mencairkan suasana dalam hubungan sesama daripada tidak melakukannya karena enggan atau mempertahankan ego masing masing sehingga tidak ada yang mau lebih dulu menyapa.

Teladan nabi secara jelas menyebutkan bahwa sebaik sebaik umatku adalah yang lebih dulu uluk salam atau menyapa.

Rasulullah Saw pernah bersabda, sebaik baik kamu adalah siapa yang mau memulai salam (al Hadist)

Salam sebagai sapaan juga memiliki makna lain yaitu sebagai doa yang maknanyapun sangat mulia. Sebuah kalimat yang sangat indah, yang menggabungkan antara semangat untuk menyapa dan mendoakan sekaligus kepada orang lain. Keselamatan adalah hal yang paling didamba-dambakan oleh seluruh manusia, dan semua makhlukNya.

Salam juga sebagai bagian dari unsur syariat. Ini yang kita amalkan dalam shalat dimana dalam sehari semalam pun, umat Islam minimal mengucapkan salam sekurang-kurangnya lima kali. Salam menjadi salah satu rukun shalat yang dilakukan di ujung tahiyyat akhir. Menengok ke kanan dan ke kiri juga memiliki makna agar kita memperhatikan sekitarnya sebagai wujud tanggung jawab sosial kita kepada saudara, teman, tetangga yang ada disebelah kiri kanan kita. 

2. Tolong

Mengucapkan kata tolong ternyata sulit, apalagi yang merasa punya kedudukan tinggi. Padahal bila segala sesuatu permintaan yang diawali kata tolong akan membuat yang diminta merasa dimanusiakan dan akan sukarela memenuhi permintaan itu bukan sekedar sebagai kewajibannya saja.

Dalam dunia pekerjaan kata tolong ini sangat ajaib bagi yang mengucapkan akan menunjukkan kerendahan hatinya sebagai bukti bahwa dia tidak dapat berbuat apa apa tanpa bantuan orang lain. Perlu disadari juga bahwa hidup ini juga fana, kadang dibawah kadang diatas dan tidak selamanya seseorang itu diatas, bisa jadi suatu waktu dia dalam posisi untuk dimintai tolong oleh orang lain. Dengan demikian kedudukan sosial seperti kekuasaan dan jabatan itu adalah titipan dan yang dinilai Allah adalah ketakwaan seseorang semata.

Sungguh indah jika kita terbiasa hidup dalam suasana saling tolong menolong, karena Islam sendiri telah mengajarkan budaya ini. Allah SWT berfirman,

“…Dan tolong menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan…” (QS. Al-Maidah [5] : 2)

3. Terima kasih

Ucapan “terima kasih” adalah salah satu bentuk rasa syukur kita kepada Allah SWT melalui perantara manusia. Syukur sendiri merupakan hal yang diperintahkan oleh Allah SWT dalam firman-Nya,

“Dan ingatlah tatkala Tuhanmu memaklumkan: ‘Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.”‘ (QS. Ibrahim [14] : 7)

Dalam hubungan muamalah bahwa ucapan terima kasih ini adalah bentuk penghargaan atas bantuan dan pertolongan yang diberikan. Sekecil apapun kontribusi seseorang yang telah membantu kita layak untuk diucapkan terima kasih. Ucapan ini juga memberi rasa senang bagi yang sudah menolong karena penghargaan kita atas kebaikan yang dilakukannya.

Namun demikian kenyataannya bagi sebagian yang lain, “terima kasih” sangat sulit untuk diucapkan karena memang ucapan “terima kasih” membutuhkan ketulusan dari yang mengucapkannya. Sebagian orang itu bilang bahwa tidak perlu diucapkan terima kasih karena memang sudah menjadi kewajibannya.

4. Maaf

Mungkin kata ini menjadi kata yang paling sulit diucapkan. Walau bagaimana pun, manusia memang memiliki ego dan gengsi yang tinggi untuk mengakui jika ia melakukan kesalahan. Padahal harus diakui manusia adalah tempatnya salah dan khilaf dan memang tidak ada manusia yang sempurna

Kenyataan mengucapkan kata maaf sangat sulit sekali karena  “maaf” membutuhkan keikhlasan yang luar biasa bagi yang mengucapkannya. Selain itu, banyak yang tidak mau mengucapkan karena anggapan salah selama ini yang menyatakan bahwa meminta maaf itu berbanding lurus dengan kekalahan, kelemahan dan ketidakberdayaan.

Banyak juga permusuhan yang berlarut larut melahirkan dendam dan bila tidak ada yang berinisiatif untuk meminta maaf maka ini tidak akan pernah selesai. Ada satu pihak yang mau meminta maaf akan melapangkan jalan untuk dapat memperbaiki sebuah hubungan.

Sabda Nabi saw: Orang mukmin itu bukanlah pendendam. Allah tidak menghendaki umatnya sebagai pendendam, melainkan menghendaki hamba-hamba-Nya  menjadi pemaaf. Firman Allah :Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang ma’ruf, serta berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh.(Al Araf: 199)

Dalam dunia kerja bila maaf diterapkan maka hubungan akan menjadi lebih produktif, karena sifat legawa masing masing sebagai wujud keluhuran budi tidak adanya ego dan kesombongan dalam diri seseorang.

Meminta maaf akan membuat kita semakin mulia, bukan hanya di sisi manusia namun juga di sisi Allah SWT. Di sisi manusia, meminta maaf akan menumbuhkan rasa kasih sayang di antara sesama.

RasulullahSaw  juga menjelaskan bahwa balasan bagi orang yang memaafkan kesalahan orang lain adalah Surga. Beliau bersabda dalam hadits Ibnu Abbas;

“Kelak pada hari kiamat, ada pemanggil yang menyeru, “Dimanakah orang-orang yang memaafkan orang lain? Kemarilah kepada Rabb kalian dan ambillah pahala kalian!” Dan wajib bagi setiap muslim bila suka memaafkan maka Allah masukkan dia ke dalam Surganya.”

Cobalah biasakan menggunakan 4 kata ini dalam bermuamalah, tunggulah hasilnya, pasti tidak akan percaya kalau diri kita akan lebih dihargai dan dihormati orang lain. Diri kita akan menjadi pribadi yang randah hati dan tawadhu yang balasan tiada lain kemulian dari Allah SWT kepada kita. Maka itulah maksud ajaib itu.

Wallahu a’lam

 

.

 

.

.

 

Advertisements