Meneguhkan kesadaran awalin dan akhirin

Salah satu kesadaran yang musti dipahami dan terpatri di hati seorang mukmin adalah kesadaran awalin dan akhirin. Kesadaran Awalin adalah dari mana manusia berawal yaitu berasal dari arasy/ surga kemudian diturunkan / dihembuskan ke alam kandungan, lahir ke alam dunia dan kemana tujuan akhir yang harus diikhtiarkannya.

Dalam kesadaran Awalin manusia harus memahami proses awal kejadiannya saat dihembuskan Ruh diperut ibunya pada umur janin 120 hari yang kala itu telah bersyahadat / berjanji dihadapan Allah Swt sebelum diturunkan ke dunia, lalu dibekali dengan 4 takdirnya yaitu rezeki, jodoh, ajal, bahagia dan celakanya. Dalam rentang 9 bulan 10 hari manusia kemudian lahir dan mulailah untuk melakukan safarinya yaitu alam dunia.

Kesadaran Akhirin juga perlu dipahami yaitu peristiwa seseorang memasuki gerbang kematian / ajal yang sebenarnya bukan akhir, tetapi awal safari untuk melintasi alam selanjutnya yaitu alam kubur/ alam barzah, alam mahsyar, melintasi shirat, untuk kemudian mendapatkan ganjaran neraka atau surga.

Kematian selalu menjadi guru terbaik bagi seseorang dalam meneguhkan kesadaran imannya dan mengingat akan janji pada Awalinnya dulu . Setiap orang pasti menuju kematian, masalahnya yang perlu diikhtiarkan adalah bagaimana bisa mati dalam keadaan sebaik-baiknya atau Khusnul Khotimah, bukan sebaliknya Su’ul Khotimah.

Dari berbagai lintasan alam itu, ternyata taruhan manusia adalah pada kehidupan di alam dunia. Ladang amal dan bakti manusia selama didunia adalah penjamin selamat atau tidaknya di safari panjang selanjutnya, padahal hidup didunia itu hanya sebentar dibanding alam lainnya.

Dalam melaksanakan perjalanan / safari tersebut sudah pasti dibutuhkan pedoman atau peta perjalanan agar dapat sampai tujuan. Pedoman tersebut sudah pasti bukan keluar dari ciptaan manusia atau makhluk lainnya, tetapi harus keluar dari sang pencipta yaitu Allah SWT. Pedoman nyata tersebut sudah tentu adalah Al Quran dan Assunah sebagaimana dituntunkan oleh Nabi Muhammad Saw. (Maghfirotul Qulub 2)

Wallahu a’lam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s