Tafakur: arti, macam dan faedahnya

tafakur

Kata-kata tafakur berulangkali disebutkan kala Allah menjelaskan mengenai suatu penciptaan atau kejadian dalam ayat-ayatNya. Tafakur artinya berfikir, merenungkan akan sesuatunya.

Ali Bin Abi Thalib berkata : Tiada ibadah yang sepadan dengan tafakur

Beberapa ulama makrifat berkata : Tafakur adalah pelita hati, jika tafakur hilang pada diri seseorang, maka hilanglah pelita hatinya.

Tafakur juga tidak sekedar tafakur, karena menurut Sheikh Nawawi al Bantani dalam kitab Nashaihul Ibad, ada tafakur yang sangat bernilai di mata Allah. Tafakur yang demikian pada garis besarnya terbagi dalam 5 macam yaitu :

1. Tafakur tentang ayat-ayat Allah, melahirkan tauhid dan keyakinan kepada Allah.

Tafakur akan ayat-ayat Allah adalah tafakur tentang ciptaan Allah yang menakjubkan dan tentang bukti-bukti kekuasanNya. Baik yang ghaib maupun yang tidak yang semuanya terbentang di langit dan dibumi. Diantara ciptaan Allah yang menakjubkan adalah manusia itu sendiri

Firman Allah : Dan di bumi itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang yakin. dan (juga) pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tidak memperhatikan? (Adhariyat: 20-21)

2.  Tafakur tentang nikmat-nikmat Allah, melahirkan rasa cinta dan syukur kepada Allah

Tafakur akan nikmat faedahnya adalah agar kamu beruntung, dapat mengambil nasehatNya dan kepada Allahlah tempat meminta pertolongan.

Firman Allah: Apakah kamu (tidak percaya) dan heran bahwa datang kepadamu peringatan dari Tuhanmu yang dibawa oleh seorang laki-laki di antaramu untuk memberi peringatan kepadamu? Dan ingatlah oleh kamu sekalian di waktu Allah menjadikan kamu sebagai pengganti-pengganti (yang berkuasa) sesudah lenyapnya kaum Nuh, dan Tuhan telah melebihkan kekuatan tubuh dan perawakanmu (daripada kaum Nuh itu). Maka ingatlah nikmat-nikmat Allah supaya kamu mendapat keberuntungan.(Al A’taf : 69)

Firman Allah : Dan tidaklah bermanfaat kepadamu nasehatku jika aku hendak memberi nasehat kepada kamu, sekiranya Allah hendak menyesatkan kamu, Dia adalah Tuhanmu, dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan”.(Ibrahim :34)

Dan apa saja nikmat yang ada pada kamu, maka dari Allah-lah (datangnya), dan bila kamu ditimpa oleh kemudharatan, maka hanya kepada-Nya-lah kamu meminta pertolongan.(Annahl:53)

3. Tafakur tentang janji-janji Allah, melahirkan rasa cinta kepada akhirat.

Tafakur kepada janji-janji Allah faedahnya adalah selalu diberikan jalan-jalan yang mudah, merubah ketakutan menjadi aman sentausa dan mengantarkan orang mukmin ke syurga..

Firman Allah : Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa,dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (surga),maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah.(AlLail : 5-7)

Firman Allah : Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.(Annur : 55)

Firman Allah : Sesungguhnya orang-orang yang banyak berbakti benar-benar berada dalam surga yang penuh kenikmatan, (Al Infithar 13)

4. Tafakur terhadap ancaman Allah melahirkan sikap waspada terhadap perbuatan dosa

Tafakur akan ancaman Allah faedahnya adalah mengingatkan untuk tidak durhaka sehingga mendapatkan balasan neraka. Orang durhaka mengira Allah menganiaya mereka, padahal mereka yang menganiaya diri mereka sendiri.

Firman Allah : dan sesungguhnya orang-orang yang durhaka benar-benar berada dalam neraka.(al Infithar :14).

Firman Allah : Maka masing-masing (mereka itu) Kami siksa disebabkan dosanya, maka di antara mereka ada yang Kami timpakan kepadanya hujan batu kerikil dan di antara mereka ada yang ditimpa suara keras yang mengguntur, dan di antara mereka ada yang Kami benamkan ke dalam bumi, dan di antara mereka ada yang Kami tenggelamkan, dan Allah sekali-kali tidak hendak menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri.(Al ankabut:40)

5. Tafakur tentang kekurangan diri dalam melaksanakan ketaatan kepada Allah, melahirkan rasa takut kepada Allah.

Sementara itu tafakur akan kekurangan diri faedahnya adalah mengetahui asal, fungsi dan tujuan manusia diciptakan, mengetahui bahwa Allah mengetahui segala sesuatu, munculnya rasa malu dan sifat zuhud, cinta akhirat dan mengingat mati

Firman Allah : Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?(Al Mukminun 115)

Firman Allah : Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya, (Qaf : 16)

Firman Allah : Tetapi kamu (orang-orang kafir) memilih kehidupan duniawi.Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal.(Al A’la :16-17)

Wallahu a’lam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s