Kisah indahnya berbagi 1: Sedekah tersembunyi

menjenguk-orang-sakit

Ini adalah kisah nyata sebagaimana diwartakan oleh Solo Pos, bagaimana seorang membantu sesamanya dalam menebus biaya berobat kepada seseorang yang tidak mampu karena tidak lagi memiliki harta untuk membayar biaya RS. Bantuan yang diberikan langsung kepada rumah sakit dengan meminta pihak rumah sakit merahasiakan nama dan identitas penyumbang kepada orang yang mengalami kesusahan itu.

Ini kisah yang diambil dari reportase Solo pos sebagai berikut :

Pria ini layak disebut berhati malaikat. Dia memberikan bantuan 30 juta untuk Kusniawati pasien RS Kustati Solo yang sudah 1 bulan tidak bias pulang lantaran menunggak biaya RS hingga 27 juta.

Tak mau identitasnya diungkap, pria itu langsung menyodorkan uang tunai 30 juta kepada petugas kasir bernama Susi di RSI Kustati Solo, hari Rabu menjelang ashar. “Tolong uang ini untuk melunasi utang-utang ibu Kusniawati, jika masih sisa, dikasihkan saja kepada keluarganya” ujar petugas kasir menirukan ucapan hamba Allah itu.

Belum sempat kasir mengambil tanda terima, pria itu sudah menghilang tak terlihat lagi didepannya, Pria itu pergi entah kemana, tanpa dikenali namanya, alamatnya dan juga siapa dia sesungguhnya.

Pria itu bukanlah malaikat. Ia adalah manusia biasa. Namun hatinya seperti malaikat. Ia memberikan bantuan dalam jumlah tak kecil tanpa pamrih, nama dan identitasnya ia sembunyikan rapat-rapat, semata-mata untuk mencapai kualitas ikhlash tanpa batas.

Selepas menerima uang itu, Susi langsung tergopoh-gopoh menemui Kusniawati di ruang penitipan pasien. Ditengah hujan yang belum reda, airmata Kusniawati berderai, ia seolah tidak percaya atas mukjizat di depan matanya itu. “ Sepanjang saya kerja di RS Kustati baru kali ini menemui kejadian yang membekas di hati saya” ujar Susi penuh haru.

Perawat dan pihak rumah sakitpun larut dalam kebahagian” Uang itu kami berikan tunai. Kusniawati dan ibunya menangis sejadi-jadinya dan langsung bersujud syukur “ papar Susi.

Malam itu juga Kusniawati dan ibunya merampungkan semua urusan administrasi RS. Hari kamis sekitar jam 7.45 Kusniawati berpamitan pulang mengobati kerinduan mendalam kepada sang buah hati yang masih berusia satu tahun.

Sebagai tanda kemanusian dan menjaga silaturahmi, pihak RS masih memberinya uang saku Rp 5 juta dan jasa tumpang ambulan secara gratis hingga rumahnya di Cirebon. “Atas amanat hamba Allah itu semua utang RS terbayar, bahkan keluarga masih membawa Rp 11 juta dari sisa sumbangan dan uang saku dari RS, katanya.

Kepada redaktur Solo Pos Kusniawati berucap terima kasih tidak terhingga atas semua pihak yang membantunya, baik media massa, RS Kustati dan sejumlah pihak lain. “Terima kasih semua, sekali lagi terima kasih”  ujar Kusniawati melalui pesan singkatnya dalam perjalanan pulang.

Wallahu a’lam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s