Harta dalam pandangan Qarun dan Nabi Sulaiman As

harta-karun-01

Qorun

Qarun bernama lengkap Qarun bin Yezhar bin Kehat  adalah sepupu Nabi Musa As yang memiliki harta yang berlimpah ruah, sampai-sampai kunci-kuncinya harus dipikul oleh orang-orang yang kuat. Kepemilikan harta yang demikian ini kemudian dikenal dengan istilah harta karun.

Firman Allah : Sesungguhnya Qarun adalah termasuk kaum Musa, maka ia berlaku aniaya terhadap mereka, dan kami telah menganugerahkan perbendaharaan harta yang kunci-kuncinya sungguh berat dipikul oleh sejumlah orang yang kuat-kuat. Ingatlah ketika kaumnya berkata kepadanya: janganlah kamu terlalu berbangga; sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang terlalu membanggakan diri. (Al Qashash: 76).

Harta yang didapat qarun itu telah menjadikan dirinya sombong, suka memamerkan kekayaan, selalu berbangga diri, tiada mau berzakat, melupakan bagian hartanya kelak diakhirat. Sudah banyak orang bijak yang menasehati dirinya dan dia balas berkata dengan 2 pernyataan :

  1. Sesungguhnya aku di beri harta itu hanya karena ilmu yang ada padaku.
  2. Sesungguhnya aku diberi harta itu karena kecintaan Allah kepada dirinya.

Inilah awal kesalahan Qarun, cara berpikir yang salah tentang harta. harta yang ada padanya tidak mendorong dirinya untuk berbuat kebaikan justru harta itu menjadi musibah besar bagi dirinya. Dirinya menjadi sombong dan memusuhi Nabi Musa As hingga memfitnahnya. Akhirnya sifat kesombongan Qarun ini, menyebabkan dia dan hartanya ditenggelamkan kedalam bumi.

Nabi Sulaiman As

Apa yang diucapkan Qarun ketika diberikan harta, berbeda dengan yang diucapkan Nabi Sulaiman As, seorang Nabi yang diberikan kekayaan yang juga melimpah ruah, sehingga tiada lagi yang dapat menyaingi kekayaannya setelahnya..

Firman Allah : Berkatalah seorang yang mempunyai ilmu dari Al Kitab: “Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip”. Maka tatkala Sulaiman melihat singgasana itu terletak di hadapannya, iapun berkata: “Ini termasuk kurnia Tuhanku untuk mencoba aku apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan nikmat-Nya). Dan barangsiapa yang bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri dan barangsiapa yang ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Maha Mulia”.(Al Qashash: 40)

Pengakuan atas keutamaan Allah yang diberikan Allah inilah yang membuat Nabi Sulaiman As menyadari bahwa nikmat yang diberikan kepadanya merupakan titipan sekaligus ujian baginya, apakah beliau bersyukur atau sebaliknya menjadi kufur.

Nabi Sulaiman juga senantiasa berdoa yang menjadi kunci sukses Nabi Sulaiman mampu menjaga amanat harta yang diberikan kepadanya. Doanya selalu dipanjatkan kepada Allah, sebagaimana dikisahkan dalam Al Quran dikala nabi Sulaiman melewati sekelompok semut :

Firman Allah : maka dia tersenyum dengan tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu. Dan dia berdoa: “Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh”.

Wallahu a’lam

F

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s